Transaksi Tunai di Sumsel Masih Tinggi

   •    Sabtu, 17 Feb 2018 15:24 WIB
transaksi non tunai
Transaksi Tunai di Sumsel Masih Tinggi
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Palembang: Transaksi tunai di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) masih tinggi sehingga mengakibatkan target penerimaan negara tidak tercapai.

Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Provinsi Sumatera Selatan dan Bangka Belitung M Ismiransyah M Zain mengatakan kendala penerimaan pajak pada sektor orang pribadi lebih pada masalah Wajib Pajak yang masih menggunakan tunai saat transaksi. Bahkan pengusaha kelas besar sering melakukan transaksi yang tidak terdeteksi oleh petugas.

"Misal pengusaha tersebut melakukan pembelian kebun sawit. Pembelian tersebut kemudian dibayar pakai uang tunai dengan kantong kresek, maka transaksi tidak terdeteksi," kata dia, di Palembang, seperti dikutip dari Antara, Sabtu, 17 Februari 2018.

Akibatnya pencapaian pajak di Sumsel dan Babel meleset dari target. Penerimaan pajak orang pribadi masih menjadi catatan hitam. "Pengusaha besar bersiasat melakukan transaksi dengan kantong kresek sehingga tidak terdeteksi," tambah dia.

Direktorat Jenderal Pajak Sumatera Selatan dan Bangka Belitung merilis pencapaian pajak 2017 sebesar Rp12,5 triliun (netto) atau 82,12 persen dari target Rp15,262 triliun dan Rp13,9 triliun atau 91,06 persen (bruto).

Adapun dari pencapaian tersebut, penerimaan pajak orang pribadi masih menjadi catatan hitam. Penerimaan pajak pada sektor ini baru mencapai 74,78 persen dari target Rp8,7 triliun secara bruto. Bahkan realisasi penerimaan wajib pajak (WP) di atas Rp4,8 miliar atau WP yang memilih pembukuan baru mencapai Rp70,10 miliar.

 


(AHL)