Budaya Indonesia Bergaung di Pertemuan IMF-Bank Dunia 2017

Ade Hapsari Lestarini    •    Kamis, 12 Oct 2017 12:39 WIB
imf-world bank
Budaya Indonesia Bergaung di Pertemuan IMF-Bank Dunia 2017
Gubernur BI Agus Martowardojo. (FOTO: dokumentasi Bank Indonesia)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pertemuan tahunan International Monetary Fund-World Bank Group (IMF-WBG AM) 2017 diwarnai dengan ragam budaya Indonesia. Pertemuan yang digelar di Washington DC, Amerika Serikat pada 11 Oktober 2017 ini cukup membuai para delegasi dari pertemuan tersebut.

Mengutip siaran pers yang dirilis Bank Indonesia (BI), Kamis 12 Oktober 2017, pada stan Indonesia di kantor IMF, para delegasi disuguhi kelezatan kopi Lintong dan Toraja, sembari dimanjakan dengan alunan merdu gamelan Bali.

Selain itu, pengunjung juga diperkenalkan kepada berbagai kerajinan tangan serta destinasi wisata unggulan di Indonesia. Seluruhnya merupakan bagian dari Voyage to Indonesia.

Voyage to Indonesia merupakan rangkaian kegiatan yang mempomosikan kekayaan budaya, keindahan alam, maupun ketahanan ekonomi Indonesia, menuju pelaksanaan IMF-WBG Annual Meetings 2018 di Nusa Dua, Bali.

Dengan perkiraan kehadiran 15 ribu delegasi, IMFG-WBG Annual Meetings tersebut merupakan pertemuan keuangan terbesar di dunia. Terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah menjadi momentum untuk menunjukkan kepada dunia internasional mengenai kondisi perekonomian Indonesia (dan kawasan ASEAN) yang stabil dan menjadi salah satu kekuatan ekonomi global.




Memimpin delegasi Indonesia pada Annual Meetings 2017 kali ini adalah para ketua dan wakil ketua Panitia Nasional IMF-WBG Annual Meetings 2018, yaitu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus D.W. Martowardojo.

Masing-masing tokoh tersebut terlibat aktif dalam kegiatan, baik sebagai pembicara maupun dalam berbagai forum pertemuan strategis.

Dalam sambutannya pada pertemuan bersama investor-investor di Amerika Serikat, Gubernur Bank Indonesia menyampaikan mengenai komitmen Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Oleh karena itu, BI antara lain telah melaksanakan reformulasi kerangka operasional kebijakan moneter. Melalui sinergi kebijakan antarlembaga fiskal dan moeneter, Indonesia telah berhasil meraih peringkat investment grade dari tiga lembaga pemeringkat internasional.

Seiring hal tersebut, Indonesia semakin menjadi tujuan investasi yang menarik. Berbagai kemajuan Indonesia di bidang ekonomi dapat semakin terangkat melalui rangkaian kegiatan Voyage to Indonesia.


(AHL)