Hasil Lelang SBSN Lampaui Target Indikatif

   •    Rabu, 10 Jan 2018 10:15 WIB
sukuksurat berharga negara
Hasil Lelang SBSN Lampaui Target Indikatif
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah melakukan lelang surat berharga syariah negara (SBSN) atau sukuk negara. Dari total penawaran yang masuk sebesar Rp32,27 triliun, pemerintah berhasil menyerap Rp13 triliun.

Dikutip dari laman resmi djppr.kemenkeu.go.id, Selasa, 9 Januari 2018, hasil lelang yang ditetapkan Menteri Keuangan Sri Mulyani mengacu pada Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara.

Hasil yang diperoleh sebesar Rp13 triliun tersebut diketahui melampaui target indikatif sebesar Rp8 triliun. Adapun lelang SBSN dilaksanakan dengan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan Bank Indonesia selaku agen lelang SBSN.

Pada laman itu juga disebutkan lelang bersifat terbuka (open auction) dan metode harga beragam (multiple price). Adapun SBSN yang ditawarkan mencakup enam seri, yakni SPNS10072018 (new issuance), PBS016 (reopening), PBS002 (reopening), PBS017 (new issuance), PBS012 (reopening), dan PBS004 (reopening).

Beberapa peserta lelang di antaranya meliputi PT Bank Mandiri (persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (persero) Tbk, Standard Chartered Bank, Deutsche Bank AG, dan PT Bank CIMB Niaga Tbk. Adapun dari perusahaan efek seperti PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Bahana Securities.

Sementara itu, pada tahun lalu, Kemenkeu melakukan lelang SBSN dengan menghimpun penawaran sebanyak Rp23,72 triliun. Dari jumlah tersebut, pemerintah menyerap total dana Rp6,3 triliun, yang juga melampaui target indikatif lelang SBSN sebesar Rp6 triliun.

Sebelumnya, pada awal 2018 pemerintah juga menyerap dana sebesar Rp25,5 triliun dari lelang lima seri surat utang negara (SUN) untuk memenuhi sebagian pembiayaan dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dengan total penawaran mencapai Rp86,2 triliun.

Kelima seri itu ialah seri SPN03180404 mencapai Rp5 triliun, seri SPN12190104 mencapai Rp5 triliun, seri FR063 mencapai Rp4 triliun, seri FR064 mencapai Rp7,1 triliun, dan seri FR075 mencapai Rp4,4 triliun. (Media Indonesia)


(AHL)


Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

13 hours Ago

Kepailitan Sariwangi AEA dan anak usahanya yaitu PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (…

BERITA LAINNYA