Menkeu Sebut 5 K/L Belum Maksimal Serap Anggaran

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 13 Mar 2018 07:31 WIB
pertumbuhan ekonomiekonomi indonesiarapbn 2018
Menkeu Sebut 5 K/L Belum Maksimal Serap Anggaran
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (AFP PHOTO/SAUL LOEB)

Jakarta: Pemerintah mengalokasikan dana Rp847,4 triliun untuk belanja kementerian/lembaga (k/l) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018. Hingga akhir Februari sudah terserap Rp55,2 triliun atau setara 6,5 persen dari total dana yang dialoksikan. Posisi‎ penyerapan meningkat 5,5 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2017.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan peningkatan serapan tidak terlepas dari komitmen kementerian dan lembaga yang terus mendengarkan perintah Presiden Jokowi untuk membelanjakan dana anggaran demi tercapainya sejumlah target perekonomian.

"Meski meningkat ada lima kementerian dan lembaga yang penyerapannya justru mengalami penurunan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu," ungkap Ani, sapaan akrabnya, di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin, 12 Maret 2018.

Padahal, ia mengatakan, kelimanya merupakan di antara 15 k/l yang memiliki anggaran tertinggi.‎ Lima kementerian itu yakni Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian Pertanian (Kementan), Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian Agama (Kemenag).

Untuk Kemendikbud, anggaran belanja yang diterima kementerian di bawah tangan dingin Muhadjir Effendy sebesar Rp40,1 triliun pada APBN 2018. Namun, baru mencapai Rp2,7 triliun hingga akhir Februari 2018.

‎Kementan, yang mendapatkan anggaran Rp23,8 triliun, tapi sayangnya anggaran yang baru terserap hanya Rp700 miliar. Ketiga, Kemenhub yang mendapatkan anggaran Rp48,2 triliun, tapi baru terserap Rp3,9 triliun atau setara 3,3 persen dari total anggaran.‎

Keempat, Kementerian Luar Negeri dapat anggaran Rp 7,3 triliun di APBN 2018. Namun sayangnya, baru terserap Rp200 miliar di sepanjang dua bulan tahun ini. Terakhir, Kemenag yang memperoleh anggaran Rp62,2 triliun, tapi baru terserap 5,6 persen atau Rp3,5 triliun.

 


(ABD)