Pilkada Dorong Pertumbuhan Ekonomi 0,2%

   •    Jumat, 19 Jan 2018 11:42 WIB
pertumbuhan ekonomipilkada 2018
Pilkada Dorong Pertumbuhan Ekonomi 0,2%
Ilustrasi. (FOTO: MI/RAMDANI)

Pontianak: Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah (pilkada) memberikan kontribusi kepada pertumbuhan ekonomi hingga mencapai 0,2 persen.

"Jika ditanya soal ada dampaknya pilkada bagi ekonomi, iya ada meskipun relatif kecil yakni di kisaran 0,1-0,2 persen terhadap perekonomian di suatu daerah yang menggelar pesta demokrasi tersebut," ujar Bhima di Pontianak, seperti dikutip dari Antara, Jumat, 19 Januari 2018.

Menurutnya, sektor yang langsung merasakan dampak positif pilkada yakni perhotelan dan restoran. Konsolidasi politik dan pertemuan-pertemuan peserta pilkada dan pendukungnya akan lebih tinggi dibanding hari biasa.

"Saat pilkada, acara makan-makan juga akan banyak. Saat konsolidasi, kampanye dan lobi-lobi tentu makan sehingga hal itu mendorong bergeliatnya industri makanan dan minuman," papar dia.

Ia menambahkan jasa konveksi dan iklan pun tidak kalah menuai keuntungan dengan adanya penyelenggaraan ini. Atribut partai dan kampanye juga mendorong jasa konveksi akan lebih bergeliat.

"Jasa iklan akan bertambah dari hari biasanya. Meskipun soal iklan saat ini sudah diatur tidak bisa semaunya pasangan calon yang berlaga dalam pilkada. Adanya pilkada juga menguntungkan konsultan politik sehingga hal itu memberikan efek yang baik," jelas dia.

Dikatakannya, saat pilkada yang diistilahkan tahun politik, para pengusaha tidak perlu cemas dan khawatir jika ingin berinvestasi.

"Setiap tahun kita tahun politik, jadi investasi saja. Apalagi di Indonesia gejolak pemilu atau pergantian kabinet di pemerintahan Indonesia tidak mempengaruhi ekonomi kita terbukti saham kita stabil," jelas dia.

Hanya saja ia memberikan catatan bahwa di setiap pemilihan umum dan kaitannya dengan ekonomi di Indonesia tidak terlepas dari keamanan dan ketertiban suatu daerah.

"Semua pihak harus menjaga keamanan dan ketertiban suatu daerah. Dengan hal itu ekonomi investasi dan geliat ekonomi lainnya akan berjalan dengan baik," kata dia.

 


(AHL)