Neraca Pembayaran Indonesia Surplus USD12,1 Miliar di 2016

Eko Nordiansyah    •    Jumat, 10 Feb 2017 21:08 WIB
neraca pembayaran indonesia
Neraca Pembayaran Indonesia Surplus USD12,1 Miliar di 2016
Seorang wanita melintas di dekat logo Bank Indonesia (MI/PANCA SYURKANI)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) mencatat Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) di kuartal IV-2016 mengalami surplus sebesar USD4,5 miliar. Surplus NPI kuartal IV-2016 tersebut pada gilirannya mendorong kenaikan posisi cadangan devisa.

Pada akhir kuartal IV-2016, cadangan devisa sebesar USD116,4 miliar. Ini lebih tinggi dari USD115,7 miliar pada akhir kuartal III-2016 atau bila dibandingkan dengan periode akhir kuartal IV-2015 yang sebesar USD105,9 miliar.

"Jumlah cadangan devisa tersebut cukup untuk membiayai kebutuhan pembayaran impor dan utang luar negeri pemerintah selama 8,4 bulan dan berada di atas standar kecukupan internasional," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Jumat, 10 Februari 2017.

Untuk keseluruhan tahun, kinerja NPI 2016 membaik ditopang oleh penurunan defisit transaksi berjalan dan kenaikan surplus transaksi modal dan finansial. NPI 2016 mencatat surplus sebesar USD12,1 miliar setelah tahun sebelumnya mengalami defisit USD1,1 miliar.

Defisit transaksi berjalan turun dari USD17,5 miliar atau dua dari PDB pada 2015 menjadi USD16,3 miliar atau 1,8 persen dari PDB di 2016 didukung perbaikan kinerja neraca perdagangan barang dan jasa. Surplus neraca perdagangan meningkat karena penurunan impor yang lebih besar dibandingkan dengan penurunan ekspor.

Meski demikian, laju penurunan impor di 2016 tidak sedalam pada 2015 sejalan dengan membaiknya perekonomian domestik. Demikian pula halnya dengan laju penurunan ekspor yang tidak sedalam tahun sebelumnya karena didukung meningkatnya harga komoditas global. Defisit neraca perdagangan jasa juga menurun mengikuti penurunan impor barang.

Di sisi lain, surplus transaksi modal dan finansial 2016 meningkat signifikan menjadi USD29,2 miliar, dari sebelumnya USD16,8 miliar pada 2015. Peningkatan tersebut terutama didorong oleh kenaikan surplus investasi langsung dan investasi portofolio.

"Serta penurunan defisit investasi lainnya sejalan dengan masih baiknya persepsi pelaku ekonomi terhadap perekonomian domestik dan implementasi program pengampunan pajak yang berjalan dengan baik," jelas dia.

Ke depan, BI akan terus mewaspadai perkembangan global, khususnya risiko terkait arah kebijakan Amerika Serikat dan Tiongkok serta meningkatnya harga minyak dunia, yang dapat memengaruhi kinerja neraca pembayaran secara keseluruhan.

"Bank Indonesia meyakini kinerja NPI akan semakin baik didukung bauran kebijakan moneter dan makroprudensial, serta penguatan koordinasi kebijakan dengan pemerintah, khususnya dalam mendorong percepatan reformasi struktural," pungkasnya.


(ABD)


Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

20 hours Ago

Keputusan pemerintah melebur BP Batam ke Pemerintah Kota Batam mendapat respons dan tanggapan b…

BERITA LAINNYA