Presiden Belum Putuskan Amendemen Amnesti Pajak

Desi Angriani    •    Selasa, 20 Sep 2016 18:17 WIB
tax amnesty
Presiden Belum Putuskan Amendemen Amnesti Pajak
Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat terbatas yang dihadiri sejumlah menteri dan instansi terkait -- MI/Panca Syurkani

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo belum memutuskan melakukan amandemen terhadap UU Pengampunan Pajak terkait masa waktu pelaksanaan program amnesti pajak untuk periode pertama. Pasalnya, program pengampunan pajak ini memiliki jangka waktu tiga periode.

"Presiden sampai hari ini belum memutuskan apakah perlu melakukan amendemen ataupun perubahan terhadap waktu, karena kan ada tiga periode; September, Desember dan Maret 2017," ujar Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (20/9/2016).

Pramono menegaskan, pengusaha tak perlu takut karena pemerintah memberikan kemudahan bagi calon peserta amnesti pajak untuk melakukan deklarasi maupun repatriasi. Misalnya, seseorang yang memiliki dana Rp100 miliar di Singapura dapat melaporkan dana tersebut ke Dirjen Pajak tanpa perlu menunggu konfirmasi dari bank bersangkutan.

"Ini yang sekarang menjadi keluhan para pembayar pajak besar, yang perusahaannya itu bisa puluhan, bisa ratusan. Untuk mengkonsolidasikan ini, mereka perlu waktu karena harus menunggu perbankan yang tersebar di seluruh dunia," ungkap Pramono.

Kemudahan tersebut, kata Pramono, diberikan agar masyarakat bisa mendapatkan keringanan dalam membayar uang tebusan pada periode pertama yang akan berakhir pada September ini. Sebab, tarif tebusan pada periode pertama paling rendah, yakni dua persen untuk repatriasi dan empat persen untuk deklarasi.

Mantan anggota DPR ini meyakini, program pengampunan pajak akan sukses lantaran mendapat tanggapan positif dari dunia usaha. Hingga kini, pemerintah telah mengumpulkan dana Rp1,120 triliun dari amnesti pajak. Di antaranya, Rp768 triliun berasal dari deklarasi dalam negeri, Rp293 triliun berasal dari luar negeri, dan Rp58,3 triliun dari repatriasi.

"Sekarang sudah tembus. Mungkin hari ini sudah di atas 1.100-an triliun. Itu menujukkan bahwa program ini mendapatkan respons yang sangat positif," tandasnya.


(NIN)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

1 month Ago

Republik Sentilan Sentilun malam ini bertema "Pascareshuffle Mau Apa?" menghadirkan A…

BERITA LAINNYA