Darmin: Tarif Angkutan Udara Masih Ikut Pola Musiman

   •    Sabtu, 02 Feb 2019 10:01 WIB
inflasipertumbuhan ekonomiekonomi indonesia
Darmin: Tarif Angkutan Udara Masih Ikut Pola Musiman
Menko Perekonomian Darmin Nasution (MI/BARY FATHAHILAH)

Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan tarif angkutan udara yang tinggi selama Januari 2019 masih mengikuti pola musiman. Hal tersebut diungkapkan Darmin dalam menanggapi tarif angkutan udara yang tinggi dan menjadi salah satu penyebab terjadinya laju inflasi pada Januari 2019.

"Kalau bulan-bulan Lebaran sama akhir tahun, ada kecenderungan transportasi naik terutama angkutan udara," kata Darmin, seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Sabtu, 2 Februari 2019.

Darmin tidak terlalu mengkhawatirkan tarif angkutan dapat menjadi penyumbang inflasi pada bulan berikutnya karena belum ada fenomena musiman yang membutuhkan permintaan tiket pesawat udara. Terkait pengendalian laju inflasi, ia memastikan fokus pemerintah adalah menjaga stabilitas harga pangan seperti yang sudah dilakukan dalam tiga tahun terakhir.

"Kalau pangan kita kendalikan, hasilnya bisa lumayan bagus. Itu konsisten dengan pencapaian inflasi tiga tahun berturut-turut yang bisa masuk kisaran," tutur Darmin.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadinya inflasi pada Januari 2019 sebesar 0,32 persen yang disumbangkan oleh kenaikan harga ikan segar, beras dan sayur-sayuran. Kelompok bahan makanan tercatat mengalami tingkat inflasi tinggi dalam periode ini yaitu mencapai 0,92 persen diikuti kelompok sandang 0,47 persen.

Namun, kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan mengalami deflasi sebesar 0,16 persen sehingga mampu menahan pergerakan inflasi. Meski demikian, tarif angkutan udara pada Januari 2019 justru menyumbang inflasi 0,02 persen karena tingginya harga tiket pesawat udara.

Dengan pencapaian inflasi Januari 2019, inflasi tahun kalender tercatat sebesar 0,32 persen dan inflasi tahun ke tahun (yoy) 2,82 persen. Inflasi Januari 2019 juga relatif rendah dibandingkan dengan periode sama dalam dua tahun terakhir, yaitu Januari 2018 sebesar 0,62 persen dan Januari 2017 sebesar 0,97 persen.


(ABD)