Akhirnya, Cadangan Devisa Oktober Meningkat jadi USD115,2 Miliar

Eko Nordiansyah    •    Rabu, 07 Nov 2018 19:47 WIB
cadangan devisabank indonesia
Akhirnya, Cadangan Devisa Oktober Meningkat jadi USD115,2 Miliar
Ilustrasi. (FOTO: MI/Ramdani)

Jakarta: Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa kembali meningkat pada Oktober 2018. Posisi cadangan devisa Indonesia tercatat USD115,2 miliar, meningkat dibandingkan dengan USD114,8 miliar pada akhir September 2018.

Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

"Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu, 7 November 2018.

Peningkatan cadangan devisa pada Oktober 2018 terutama dipengaruhi oleh penerimaan devisa migas dan penarikan utang luar negeri (ULN) pemerintah yang lebih besar dari kebutuhan devisa untuk pembayaran ULN pemerintah dan stabilisasi nilai tukar rupiah.

"Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai didukung keyakinan terhadap stabilitas dan prospek perekonomian domestik yang tetap baik, serta kinerja ekspor yang tetap positif," jelas dia.

Sebelumnya, posisi cadangan devisa terus mengalami penurunan sejak Februari tahun ini. Pada awal tahun, posisi cadangan devisa tercatat sebesar USD131,98 miliar atau lebih tinggi dibandingkan posisi akhir Desember 2017 sebesar USD130,20 miliar.

Kemudian sejak Februari sampai dengan September cadangan devisa terus mengalami penurunan hingga menjadi USD114,8 miliar. Kenaikan cadangan devisa sebesar USD400 juta di Oktober merupakan yang pertama sepanjang tahun.

 


(AHL)


Merpati akan Beroperasi Lagi 2019

Merpati akan Beroperasi Lagi 2019

9 hours Ago

PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) yang sejak 1 Februari 2014 berhenti beroperasi akibat k…

BERITA LAINNYA