Penerimaan Pajak Tumbuh Negatif 2,79% hingga Akhir Kuartal III-2017

Suci Sedya Utami    •    Senin, 09 Oct 2017 11:46 WIB
pajakekonomi indonesiaapbn 2017
Penerimaan Pajak Tumbuh Negatif 2,79% hingga Akhir Kuartal III-2017
Gedung Pajak Kementerian Keuangan Republik Indonesia (MI/ANGGA YUNIAR)

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat penerimaan pajak hingga akhir kuartal III-2017 mencapai sebesar Rp770,7 triliun. Adapun perolehan tersebut hanya 60 persen dari target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2017 yang sebesar Rp1.283,57 triliun.

Direktur Potensi Kepatuhan dan Penerimaan Pajak DJP Yon Arsal mengatakan, penerimaan pajak hingga 30 September 2017 tumbuh negatif yakni minus 2,79 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Adapun di tahun lalu pertumbuhan pajak dibantu oleh kebijakan amnesti pajak.

"Penerimaan pajak negatif disebabkan penerimaan yang tidak berulang (Uang Tebusan dan PPh Final Revaluasi) dan beda waktu pencairan PBB dan PPh DTP yang nilainya signifikan. Pertumbuhan PPh nonmigas di luar uang tebusan dan di luar seluruh penerimaan yang tidak berulang dan beda waktu tersebut sebesar 12,6 persen," kata Yon, di Jakarta, Senin 9 Oktober 2017.



Jika dirinci, penerimaan pajak di luar Pajak Penghasilan (PPh) migas mencapai Rp2,1 triliun atau 59 persen dari target. Pertumbuhannya minus 4,7 persen. Untuk penerimaan PPh nonmigas sebesar Rp418 triliun atau 56,3 persen dari target. PPh nonmigas tumbuh negatif yakni minus 12,32 persen.

Sedangkan untuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) mencapai Rp307,3 triliun atau 64,6 persen dari target. Untuk PPN dan PPnBM tumbuh 13,7 persen. Di sisi lain, untuk penerimaan bea cukai hingga 29 September mencapai Rp104,24 triliun atau 55,11 persen dari target dalam APBNP 2017 sebesar Rp189,14 triliun.

Jika dirinci bea masuk sebesar Rp23,85 triliun atau 71,67 persen dari target. Bea keluar sebesar Rp2,49 triliun atau 92,52 persen. Serta cukai Rp77,89 triliun atau 50,86 persen dari target yang terdiri dari cukai hasil tembakau Rp74,63 triliun atau 50,6 persen.

Selain itu, cukai ethil alkohol Rp106,04 miliar atau 71,65 persen, cukai MMEA Rp3,33 triliun atau 60,37 persen, dan cukai lainnya minus Rp182,62 miliar. "Biasanya penerimaan cukai besar di akhir tahun," tutur Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi.

 


(ABD)