Ditjen Pajak Jamin Keamanan Data Nasabah Perbankan Terjaga

Suci Sedya Utami    •    Rabu, 14 Feb 2018 19:13 WIB
kartu kreditditjen pajak
Ditjen Pajak Jamin Keamanan Data Nasabah Perbankan Terjaga
Ilustrasi. (Foto: Antara/Ismar).

Jakarta: Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menegaskan data dari lembaga keuangan, terutama perbankan yang dilaporkan pada otoritas pajak, terjaga keamanan dan kerahasiaannya.

Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Hestu Yoga mengatakan, DJP bahkan menganalogikan adanya ruang antipeluru untuk menyimpan data tersebut. Ruang antipeluru yang dimaksud yakni yang keamanannya terjaga dan tak bisa ditembus semua orang.

Hestu menjelaskan di internal DJP pun tak semua pegawai bisa mengakses data tersebut. Dia menyebut, di tingkat pusat, yang bisa mengakses yakni di bawah kendali Direktur Potensi Kepatuhan Pajak. Apabila ada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) membutuhkan data, maka ada prosedur permintaan yang terlebih dahulu wajib dipatuhi, atau dengan kata lain tak langsung bisa mengakses.

"Di sana pun (KPP) enggak semua pegawai bisa akses. Jadi kepala kantornya, dari situ baru ke bagian pemeriksaan, ada governance-nya," kata Hestu di kantor pusat DJP, Jakarta Selatan, Rabu, 14 Februari 2018.

Selain itu, kata Hestu, komputer yang ada di kantor pajak saat ini sudah terkoneksi satu dengan lainnya, sehingga akan termonitor siapa saja yang mau mengambil data. Dia mengatakan komputer di pajak juga tak bisa tersambung dengan flashdisk.

Dia pun mengimbau agar masyarakat dan nasabah keuanga tak perlu resah terkit data mereka yang dilaporkan ke DJP. Hestu menambahkan, kalau selama ini masyarakat patuh dan menjalankan kewajiban pajaknya dengan benar, maka harusnya tak perlu ada kekhawatiran.

"Kita imbau agar tidak ada kekhawatiran, maka lapor pajak dengan benar. Kalau misalnya di rekening ada Rp2 miliar tapi ternyata sudah bayar pajak, sudah dilaporkan ke pajak, terus apa yang mesti dikhawatirkan?" pungkas Hestu.

Sebagai informasi, lembaga keuangan saat ini diberikan kesemapatan untuk mendaftarkan diri menjadi pelapor data keuangan yang dimiliki ke DJP. Kesempatan untuk mendaftar diberikan hingga akhir Februari 2018.

 


(AHL)


Delegasi IMF Kembali Kunjungi Ikon Kota Denpasar

Delegasi IMF Kembali Kunjungi Ikon Kota Denpasar

16 hours Ago

Mereka mengapresiasi inovasi dan community based yang sukses terbentuk di Tukad Bindu, ya…

BERITA LAINNYA