BI Ingatkan Swasta Hati-Hati Kelola Utang Luar Negeri

Eko Nordiansyah    •    Senin, 19 Sep 2016 13:05 WIB
utang luar negeri
BI Ingatkan Swasta Hati-Hati Kelola Utang Luar Negeri
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) mengingatkan kepada pihak swasta untuk lebih berhati-hati dalam mengelola penggunaan Utang Luar Negeri (ULN). Apalagi, BI mencatat jika ULN sektor swasta lebih tinggi dibandingkan dengan ULN sektor publik milik pemerintah.

Pada akhir kuartal II-2016, posisi ULN sektor publik sebesar USD158,7 miliar atau 49 persen dari total ULN. Sementara ULN sektor swasta mencapai USD165,1 miliar atau 51 persen dari total ULN. ULN sektor publik tumbuh meningkat menjadi 17,9 persen (yoy) pada kuartal II-2016, sementara ULN sektor swasta turun 3,1 persen (yoy).

"Kalau yang swasta dengan kita mengeluarkan peraturan untuk kehati-hatian sehingga utang luar negeri harus selalu memenuhi hedging ratio dan kredit rating, itu kita meyakini terjaga dengan baik," ujar Gubernur BI Agus Martowardojo, di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (19/9/2016).

Selain itu, BI meyakini jika mayoritas ULN dengan tenor jangka panjang sudah lebih terjaga dengan baik. Ditambah lagi BI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mewajibkan setiap ULN yang didapat dari korporasi non bank harus melalui persetujuan kedua lembaga tersebut.

"Memang porsi dari pada swasta lebih besar daripada pemerintah. Tetapi mayoritas daripada utangnya itu jangka panjang dan yang lebih besar adalah non bank. Kita melihat bahwa secara umum yang non bank itu terkendali karena proses persetujuannya melalui OJK dan BI," jelas dia.

Dirinya menambahkan, risiko harga komoditas yang masih rendah juga berpotensi mempengaruhi kemampuan membayar ULN dari sektor swasta. Untuk itu, Agus mengingatkan, jika penggunaan ULN harus untuk kegiatan produktif.

"Tetapi yang lebih utama, berutang itu tidak apa-apa asal digunakan untuk kegiatan produktif dan yang selama ini yang kita jaga bahwa penggunaannya untuk yang produktif dan didukung oleh hedging sehingga tidak membuat risk foreign exchange," pungkasnya.


(ABD)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

1 month Ago

Republik Sentilan Sentilun malam ini bertema "Pascareshuffle Mau Apa?" menghadirkan A…

BERITA LAINNYA