Iduladha Diprediksi tak Meningkatkan Inflasi Agustus

Eko Nordiansyah    •    Kamis, 02 Aug 2018 12:01 WIB
inflasi
Iduladha Diprediksi tak Meningkatkan Inflasi Agustus
Harga pangan seperti telur ayam dan daging ayam juga diprakirakan akan turun. (FOTO: Ilustrasi Medcom.id/Kautsar)

Jakarta: Bank Indonesia (BI) Kepala Perwakilan (KPw) Provinsi DKI Jakarta memperkirakan perayaan hari raya Iduladha dan prakiraan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi akibat kenaikan harga minyak internasional, tidak akan mendorong inflasi Agustus 2018 terlalu ke atas.

"Memerhatikan pola pergerakan harga-harga di pasar, tekanan inflasi pada Agustus 2018 diperkirakan tetap terkendali," kata Kepala Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta Trisno Nugroho dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 2 Agustus 2018.

Sementara itu, harga pangan seperti telur ayam dan daging ayam juga diprakirakan akan turun. Pada bulan sebelumnya kenaikan harga kedua komoditas ini memang memberikan tekanan terhadap inflasi Juli 2018.

"TPID di Provinsi DKI Jakarta akan tetap solid mengawal perkembangan harga di Jakarta, agar tetap berada dalam koridor 3,5 plus minus satu persen," jelas dia.

Dirinya menambahkan, program-program yang lebih terencana baik dan berkesinambungan terus dilakukan oleh BUMD pangan DKI Jakarta akan sangat mendukung terjaganya keseimbangan pasokan dan kebutuhan pangan Jakarta, yang dapat menciptakan kestabilan harga.

"Pembentukan ekspektasi yang positif bagi masyarakat juga akan selalu dilakukan. Terkendalinya inflasi DKI Jakarta akan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, baik di Ibu Kota maupun nasional," pungkasnya.

Pada Juli 2018, inflasi di DKI Jakarta tercatat sebesar 0,26 persen (mtm), lebih rendah dari inflasi bulan sebelumnya yang sebesar 0,48 persen (mtm). Dengan perkembangan ini, sejak awal 2018 inflasi Jakarta mencapai 2,17 persen (ytd), atau 3,16 persen (yoy).

 


(AHL)