Kemendag Sebut Indonesia Perlu Manfaatkan Perang Dagang

Kautsar Widya Prabowo    •    Selasa, 10 Jul 2018 10:40 WIB
perdaganganekonomi indonesiaPerang dagang
Kemendag Sebut Indonesia Perlu Manfaatkan Perang Dagang
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) menilai Indonesia harus memanfaatkan momentum perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. Salah satu manfaat yang bisa diambil adalah dengan memenuhi kebutuhan produk impor yang dibatasi di kedua negara.

Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan menjelaskan potensi perjanjian ASEAN dengan Tiongkok dapat dimanfaatkan dengan tarif yang terbuka. Hal itu tentu bisa positif terhadap kinerja perdagangan Indonesia sejalan dengan upaya menekan terjadinya defisit neraca perdagangan.

"ASEAN dengan Tiongkok itu hampir 95 persen komoditi sudah diperjanjikan. Jadi sudah banyak yang bisa kita manfaatkan," ujar Oke Nurwan, usai melakukan rapat kerja (raker) bersama dengan Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), di Kompleks Parlemen,  Jakarta, Senin, 9 Juli 2018.

Namun, tambahnya, Indonesia harus memiliki strategi jika sewaktu-waktu produk impor Tiongkok membanjiri Indonesia akibat adanya perang dagang. "Perang dagang antara AS dan Tiongkok (menyebabkan) ada dibersihkan (pengalihan) barang. Yang seharusnya ke sana (AS), masuk ke sini, misalnya," imbuhnya.
 
Sebelumnya, Menteri ‎Perindustrian (Menperin) Airalngga Hartato menilai, perang dagang yang diserukan Amerika Serikat bukan ancaman bagi Indonesia. Pasalnya, perdagangan impor dan ekspor Indonesia di AS berada di urutan ke-17.
 
‎"Kami tidak melihat ini sebagai ancaman yang besar terhadap Indonesia," ujar Airlangga seusai rapat terbatas mengantisipasi dampak dari ketidakpastian perekonomian global di Istana Kepresidenan Bogor.
 
‎Presiden AS Donald Trump mengancam bakal mengenakan tarif ke-124 produk asal Indonesia menyusul defisit yang terjadi pada Amerika dalam hubungan dagang dengan Indonesia. Pemerintah Indonesia akan berkomunikasi dengan Pemerintah AS yang sedang mengevalusi keberadaan Generalized System of Preference (GSP) ke produk Tanah Air.
 
‎"Ini suatu yang biasa GSP dikaji. Semua negara yang punya GSP dikaji, tapi Indonesia jadi salah satu negara yang dilakukan kajian ulang di tahun ini," pungkasnya.

 


(ABD)


Perang Dagang AS-Tiongkok Tidak Pengaruhi Ekspor Indonesia

Perang Dagang AS-Tiongkok Tidak Pengaruhi Ekspor Indonesia

3 hours Ago

Perang dagang yang kini tengah berkecamuk antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok secara langs…

BERITA LAINNYA