Darmin: Rp3.700 Triliun Bukan Utang yang Dibuat Pemerintah Jokowi

Suci Sedya Utami    •    Rabu, 09 Aug 2017 07:02 WIB
utang luar negeripertumbuhan ekonomiekonomi indonesia
Darmin: Rp3.700 Triliun Bukan Utang yang Dibuat Pemerintah Jokowi
Menko Perekonomian Darmin Nasution (Foto: dokumentasi Setkab)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menegaskan bahwa total utang yang saat ini berjumlah sekitar Rp3.700 triliun bukan merupakan utang yang dibuat oleh Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Soal utang 'wah ini Pemerintahan Jokowi utangnya banyak'. Eh nanti dulu, itu bukannya utang (yang dibuat oleh) Pemerintahan Jokowi yang Rp3.700 triliun," tegas Darmin, di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa 8 Agustus 2017.

Dia menjelaskan, pada saat Presiden Jokowi dilantik, utang pemerintah sudah mencapai level sekitar Rp2.700 triliun. Utang tersebut merupakan utang pada masa pemerintahan sebelumnya. Dalam tiga tahun di masa Pemerintahan Jokowi, kata Darmin, bunga cicilan utang bisa mencapai Rp700 triliun.

Artinya, seandainya Pemerintahan Jokowi tidak menambah utang baru maka utang saat ini sudah ada pada level saat ini, karena adanya tambahan dari bunga utang. Apalagi, Mantan Gubernur Bank Indonesia ini menambahkan, utang yang saat ini digunakan guna membiayai proyek infrastruktur yang tak bisa didanai dari duit negara.



"Jadi jangan dianggap kemudian Rp3.700 itu utang yang dibuat oleh Pemerintahan Jokowi, waktu pemerintahan ini naik sudah Rp2.700 itu. Kalau enggak bikin apa-apa pasti bunganya akan naik. sekarang mau yang mana? Mau enggak bikin apa-apa, atau Rp3.700 ada pembangunan banyak?," tanya Darmin.

Kendati bertambah, masih kata Darmin, utang pemerintah saat ini masih dalam taraf yang aman karena digunakan untuk kegiatan produktif yang bisa menciptakan nilai tambah bagi ekonomi Indonesia. Adapun jika dibandingkan dengan negara lain, misalnya, Malaysia dan Thailand maka rasio utang terhadap PDB Indonesia jauh lebih rendah.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat adanya lonjakan utang pemerintah sebesar Rp34,19 triliun dari Rp3.672,33 triliun pada Mei 2017. Dengan adanya lonjakan tersebut maka posisi terakhir pada Juni 2017 posisi utang pemerintah mencapai Rp3.706,52 triliun.
 
 


(ABD)