Pajak Bertutur

Bakti Insan Pajak pada Pendidikan

Rhobi Shani    •    Jumat, 11 Aug 2017 15:47 WIB
pajakperpajakancukaiekonomi indonesia
Bakti Insan Pajak pada Pendidikan
Suasana sosialisasi Pajak Bertutur oleh KPP Pratama Jepara (Foto: MTVN/Rhobi Shani)

Metrotvnews.com, Jepara: Sekira 76 persen dana yang dibutuhkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ditopang dari penerimaan perpajakan. Namun, sejak tujuh tahun terakhir penerimaan pajak belum pernah mencapai 100 persen dari target yang ditetapkan. Tentu perlu strategi lebih baik guna mencapai target tersebut.

Kondisi seperti itu yang salah satunya menjadi alasan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jepara menggelar sosialisasi perpajakan bertajuk 'Pajak Bertutur' dengan peserta perwakilan siswa sederajad SMA se-Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Jumat 11 Agustus 2017.

"Alasan lainnya, tingkat kepatuhan perpajakan (formal dan material) masih rendah maka kesadaran membayar pajak harus ditumbuhkan sejak dini dimulai dari remaja," kata Kepala KPP Pratama Jepara Endaryono.

Endaryono mengatakan, menumbuhkan kesadaran remaja membayar pajak merupakan langkah untuk mempersiapkan masa depan Indonesia yang lebih baik. Budaya sadar pajak harus ditanamkan sejak dini melalui pendidikan. Kesadaran membayar pajak menjadi salah satu karakter generasi bangsa yang cinta Tanah Air dan bela negara.

"Menumbuhkan kesadaran bayar pajak ini penting, karena pajak merupakan tulang punggung negara. Di mana jumlah pendapatan negara dalam APBNP 2017 adalah 85,6 persen bersumber dari penerimaan perpajakan,” terang Endaryono.

Selain menyasar siswa, Endaryono menambahkan, sosialisasi 'Pajak Bertutur' juga menyasar guru agar permasalahan keuangan negara juga dipahami guru dan peserta didik. "Di samping itu juga biar tahu cara memenuhi kebutuhan anggaran melalui pajak. 'Pajak Bertutur' ini merupakan bentuk bakti kami insan pajak kepada dunia pendidikan," ujar Endaryono.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Muhammad Irwanto, peserta sosialisasi Pajak Bertutur mengaku jadi lebih memahami pentingnya membayar pajak bagi pembangunan. Sebelumnya, dia mengaku tak banyak tahu urusan perpajakan.

"Misalnya pas lagi makan di restoran, harga menu makanan Rp45 ribu, tapi pas bayar di kasir lebih. Ternyata makan di restoran juga kena pajak," kata Irwanto.


(ABD)