G20 Sepakat Perkuat Kerja Sama Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Eko Nordiansyah    •    Jumat, 23 Mar 2018 09:02 WIB
pertumbuhan ekonomiktt g20ekonomi indonesia
G20 Sepakat Perkuat Kerja Sama Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Ilustrasi (MI/USMAN ISKANDAR)

Jakarta: Negara-negara G20 sepakat memperkuat kerja sama untuk mendukung tercapainya pertumbuhan ekonomi yang kuat, berkelanjutan, berimbang dan inklusif. Hal itu di tengah optimisme prospek pertumbuhan ekonomi global yang kian membaik dan merata meski ada risiko dan kerentanan ekonomi, termasuk meningkatnya volatilitas di pasar keuangan.

Demikian mengemuka dalam pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral Negara-Negara G20 yang dihadiri Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada 19 sampai dengan 20 Maret 2018 di Buenos Aires, Argentina.

"Saat ini merupakan momentum yang tepat untuk mengatasi permasalahan struktural yang menghambat pertumbuhan ekonomi, mengurangi ketidakseimbangan global yang berlebihan dan memitigasi risiko melalui berbagai kebijakan yang ada," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Jumat, 23 Maret 2018.

Pada 2018, Argentina mengusung dua prioritas yaitu the Future of Work yang dilatarbelakangi perkembangan teknologi informasi yang telah mengubah tatanan perekonomian global, termasuk Indonesia, menjadi ekonomi digital dan Infrastructure for Development yang diarahkan untuk meningkatkan pembiayaan infrastruktur, di antaranya mendorong partisipasi swasta.

"Untuk itu, dibutuhkan respons kebijakan yang relevan sehingga perkembangan teknologi informasi tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif, sekaligus memitigasi potensi dampak negatifnya bagi perekonomian serta stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," jelas dia.

Di sektor keuangan, penyelesaian Basel III dinilai sebagai salah satu elemen penting reformasi di sektor keuangan usai krisis keuangan global. G20 juga berkomitmen mengimplementasikan dan senantiasa mengevaluasi reformasi sektor keuangan yang telah berjalan dan dampaknya bagi pembiayaan infrastruktur sehingga dapat memperkuat sistem keuangan.

Para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 menyadari dampak perkembangan teknologi dalam meningkatkan efisiensi dan mendorong inklusivitas di sistem keuangan. Namun, crypto-asset dipandang memiliki isu perlindungan konsumen dan investor, penghindaran perpajakan, dan tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme.

Selain itu, crypto-asset dapat menimbulkan dampak negatif bagi stabilitas sistem keuangan. Untuk itu, negara-negara G20 sepakat untuk menugaskanStandard Setting Bodies (SSB) untuk meningkatkan pemantauan terhadap transaksi dan risiko crypto-asset serta melakukan asesmen terhadap upaya multilateral yang diperlukan.

"Negara-negara G20 juga terus menyampaikan dukungan bagi pembangunan di negara-negara miskin, melanjutkan pembahasan agenda perpajakan internasional, dan mendukung upaya mengatasi tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme," pungkasnya.


(ABD)


Perpres DNI Rampung Pekan Depan

Perpres DNI Rampung Pekan Depan

1 week Ago

Pemerintah mempercepat penyelesaian rancangan per-aturan presiden (Perpres) mengenai Daftar Neg…

BERITA LAINNYA