2018 Tahun Politik, Pemerintah Antisipasi Kenaikan Inflasi

Desi Angriani    •    Kamis, 07 Dec 2017 19:39 WIB
inflasi
2018 Tahun Politik, Pemerintah Antisipasi Kenaikan Inflasi
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Medcom/Desi A.

Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan mewaspadi kenaikan laju inflasi pada tahun politik 2018. Tingginya permintaan dan perputaran uang tahun depan memicu tingginya inflasi.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan tahun depan permintaan akan barang dan jasa akan semakin tinggi. Khususnya dalam pencetakan kartu suara, kaos, baliho, bendera, uang saksi hingga kebutuhan sembako. Momen politik ini bakal menggenjot konsumsi namun mengkerek inflasi ke level yang lebih tinggi dari tahun sebelumnya, 2017.

"Peluang lebih besar tahun depan terutama di consumer good tahun politik uang beredarnya tinggi dan banyak mulai dari bikin kaos, bikin kartu suara cetak kaos, bendera spanduk, uang saksi, sembako," katanya kepada Medcom.id di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis, 7 Desember 2017.

Mendag pun sudah menyiapkan strategi untuk mengantisipasi kenaikan inflasi Salah satunya menjaga pasokan kebutuhan pokok dan melanjutkan kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET).

"Kita kendalikan inflasi, strateginya dari sekarang kita lakukan kayak HET dan supplynya kita isi," imbuh dia.

Sejak 1 September lalu Kementerian Pedagangan telah menetapkan HET untuk beras medium dan beras premium melalui Permendag Nomor 57 tahun 2017.

Untuk wilayah Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, serta Sulawesi ditetapkan harga beras medium sebesar Rp9.450 per kilogram (kg) dan beras premium Rp 12.800 per kg. Untuk wilayah lainnya yang memerlukan ongkos transportasi lebih, harga ditambah Rp500.

Sementara itu, harga acuan tiga komoditas pokok lainnya seperti gula pasir ditetapkan Rp12.500 per kg, daging beku atau daging impor dari India Rp80 ribu per kg, dan minyak goreng kemasan Rp11 ribu per kg.

 


(SAW)

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

1 day Ago

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu wa…

BERITA LAINNYA