Indonesia Ajak Investor Maroko Berinvestasi

   •    Minggu, 12 Nov 2017 14:38 WIB
indonesia-maroko
Indonesia Ajak Investor Maroko Berinvestasi
Ilustrasi. (FOTO: MTVN/M. Rizal)

Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman, mengajak investor Maroko untuk berinvestasi di Indonesia dalam rangkaian pameran produk dan pagelaran seni "Explore Indonesia" yang digelar di Marrakech, Maroko.

Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam (SDA) dan Jasa Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Agung Kuswandono mengatakan Indonesia menjadi destinasi investasi yang tepat bagi pengusaha Maroko.

"Kemarin (Jumat 10 November) kami mengadakan pertemuan dengan para pebisnis Marrakech. Saya sampaikan bahwa Indonesia saat ini sangat tepat untuk dijadikan sebagai tempat berinvestasi bagi pengusaha Maroko di segala bidang," katanya, dalam keterangan tertulis di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Minggu 12 November 2017.

Terlebih, lanjutnya, saat ini predikat investment grade yang telah diraih Indonesia telah memposisikan Indonesia sebagai negara yang aman dan layak untuk berinvestasi. Indonesia akan siap menampung investasi dari Maroko.

"Explore Indonesia adalah kegiatan promosi terpadu yang diselenggarakan atas kerja sama KBRI Rabat dengan Kota Marrakech, Maroko, untuk produk-produk di bidang ekonomi, perdagangan, pariwisata, kelautan dan perikanan, seni dan budaya, serta investasi yang berlangsung pada 10-12 November 2017 di Menara Mall, Kota Marrakech.

Kegiatan itu diselenggarakan untuk meningkatkan hubungan bilateral kedua negara. Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman diundang sebagai narasumber pada pertemuan-pertemuan yang diselenggarakan, baik di Marrakech maupun di Rabat, lantaran perannya sebagai koordinator sektor pariwisata, perhubungan, kelautan dan perikanan, serta energi dan sumber daya mineral (ESDM).

Dalam kesempatan itu, Agung mengaku banyak membicarakan soal berbagai macam destinasi unggulan pariwisata Indonesia, termasuk kultur Indonesia yang relatif sama dengan Maroko, yakni penduduk yang mayoritas muslim.

"Saya yakin, jika mereka datang ke Indonesia mereka akan merasa seperti di rumah sendiri," katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Rabat dan perwakilan dari Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat menyuguhkan berbagai macam produk-produk Indonesia berupa pameran foto pembangunan dan obyek wisata di Indonesia, pameran barang/produk ekspor dan kuliner, serta penampilan seni dan budaya Indonesia.

Suguhan tersebut bertujuan untuk memperkenalkan dan mendorong pemahaman pemerintah dan masyarakat Maroko mengenai Indonesia. Pemerintah berharap agar Maroko bisa dijadikan sebagai pasar bagi barang atau produk ekspor unggulan Indonesia yang selama ini nilai perdagangannya berada pada kisaran USD160 juta pada 2016. Untuk itu, pemerintah berkeinginan menjadikan Maroko sebagai salah satu pasar non-tradisional bagi Indonesia.

Kerja sama dengan Maroko, lanjut Agung, memiliki nilai penting karena selain memiliki keunggulan kompetitif yang sama, Maroko sangat dekat dengan pasar Eropa dan Afrika.

"Kalau kita bisa bekerja sama dengan Maroko, secara tidak langsung pasar Eropa dan pasar Afrika akan terbuka. Jadi itulah pentingnya kerja sama dengan Maroko," tambahnya.

Raja Maroko rencananya akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada awal Desember mendatang untuk membahas lebih lanjut kerja sama yang akan dibangun antara kedua negara.
(AHL)

Pemerintah Masih Godok Pembentukan <i>Holding</i> BUMN Jasa Keuangan

Pemerintah Masih Godok Pembentukan Holding BUMN Jasa Keuangan

4 hours Ago

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih menggodok pembentukan holding BUMN di sektor …

BERITA LAINNYA