Setya Novanto Restui Penggunaan APBN untuk Persamuhan IMF-Bank Dunia

Suci Sedya Utami    •    Jumat, 20 Oct 2017 07:57 WIB
imf-world bank
Setya Novanto Restui Penggunaan APBN untuk Persamuhan IMF-Bank Dunia
Ketua DPR Setya Novanto. (Foto: MTVN/Suci Sedya)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pimpinan DPR tak keberatan dengan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk membiayai penyelenggaran pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia di Bali, Oktober 2018. Sebab, beberapa anggota DPR yang duduk di Komisi XI keberatan dengan hal tersebut.

Usai bertemu dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menko Maritim yang merupakan Ketua Panitia Nasional penyelenggara agenda tahun depan itu, Ketua DPR Setya Novanto mengaku dapat memahami alokasi tersebut.

"Kita tidak ada masalah, yang penting nanti evaluasi dan kita lihat apa yang dilaksanakan sudah merupakan koridor-koridor yang sudah baik," kata Novanto di Komoleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis malam 19 Oktober 2017.

Politikus Golkar ini mengatakan, baik Sri Mulyani maupun Luhut telah menjelaskan alokasi yang berasal dari APBN nantinya akan tergantikan atau kembali melalui dana-dana para tamu undangan yang mencapai 1.500 orang.

Para tamu tersebut pastinya ingin juga menikmati Indonesia tak sekadar hanya saat acara. Dengan begitu otomatis uang mereka akan dibelanjakan dan mendorong sektor pariwisata dalam negeri.

"Untuk dananya ini sudah disebutkan, ada yang bebrapa untuk peralatan untuk CPU, yang selesai akan diberikan didonasikan, tentu ini langkah yang baik dan tentu betul menghargai, karena ini suatu event besar untuk melihat kemajuan dunia dan bagaimana pertumbuhan ekonomi," jelas Novanto.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan anggaran yang dikeluarkan Indonesia dalam rangka menjadi tuan rumah dari pertemuan tahunan IMF-World Bank 2018 terbilang kecil jika dibandingkan dengan negara lain yang pernah menjadi tuan rumah.

Dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI Ani menyebutkan alokasi anggaran yang disiapkan Indonesia untuk menjadi tuan rumah acara bergengsi tersebut yakni Rp810 miliar.

"Angka tersebut berasal dari pagu Kementerian Keuangan khususnya anggaran Sekretariat Jenderal Kemenkeu Rp672,9 miliar dan Bank Indonesia Rp137 miliar," kata Ani.

Salah satu yang keberatan dengan penggunaan dana APBN untuk kegiatan tersebut yakni Anggota Komisi XI Fraksi Gerindra Haerul Saleh. Sejak awal, dia mempertanyakan manfaat dari pertemuan tahunan tesebut khususnya bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Menurut dia, tak ada efeknya bagi Indonesia.


(AHL)