Data Ekonomi Indonesia di Kuartal III-2017 Bangkitkan Keyakinan

   •    Rabu, 15 Nov 2017 08:10 WIB
pertumbuhan ekonomiekonomi indonesia
Data Ekonomi Indonesia di Kuartal III-2017 Bangkitkan Keyakinan
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

Jakarta: Data makroekonomi Indonesia pada kuartal III-2017 membangkitkan optimisme ekonomi nasional di mana potensi sumber daya yang dimiliki Indonesia dapat menjadi energi bagi perekonomian nasional di masa sekarang dan masa mendatang. Kesemuanya itu diharapkan memberi dampak positif terhadap laju perekonomian Indonesia.

"Kita harus berbangga melihat peringkat Ease of Doing Business Indonesia mengalami perbaikan. Peringkatnya naik dari 91 menjadi 72. Ekonomi Indonesia harus terus ditingkatkan. Kita memiliki sumber daya yang harus terus dioptimalkan," kata Founder Warta Ekonomi Fadel Muhammad, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Rabu 15 November 2017.

Menurut Fadel, data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,06 persen pada triwulan III-2017 atau lebih baik dibandingkan dengan triwulan III-2016 (yoy). Ini menjadi kabar baik untuk Indonesia.

Selain itu, indikator industri khususnya manufaktur, yang notabene bisa memberikan multiplier effect secara meluas, mengalami pertumbuhan yang bagus. Industri manufaktur besar dan sedang tumbuh 5,51 persen pada kuartal III-2017. Pertumbuhan tersebut adalah pertumbuhan tertinggi sejak 2015.

"Juga terlihat kerja pemerintah dalam melakukan pengendalian inflasi masih berjalan sesuai ekspektasi. Angka inflasi pada Oktober 2017 sebesar 0,01 persen dan sebesar 2,67 persen secara year to date. Harapannya sampai dengan tutup tahun inflasi masih terkendali sesuai dengan target yang telah ditetapkan," tukasnya.



Berdasarkan data yang dirilis OJK, penyaluran kredit menunjukkan peningkatan dan rata-rata suku bunga kredit perbankan mengalami penurunan sampai dengan September 2017. Fadel melihat rata-rata suku bunga kredit yang turun menjadi 11,61 persen pada September 2017 akan memberikan dampak yang bagus kepada dunia usaha.

Dampaknya penyerapan kredit juga akan meningkat dan menggerakkan dunia usaha. Sampai dengan September 2017, kata Fadel, kredit perbankan sudah mengalami pertumbuhan sebesar 7,86 persen (yoy). Perbankan telah menyalurkan kredit sebesar Rp4.543,6 triliun sampai dengan September 2017.

"Harapannya, dampak pertumbuhan tersebut tidak hanya pada dunia usaha saja, tapi daya beli masyarakat juga ikut terdorong," kata Fadel.

Guna memberikan stimulus positif, di acara 'Bincang-Bincang Ekonomi Indonesia' yang akan digelar Jumat 17 November 2017, di Teater Salihara, Jakarta, Presiden Joko Widodo (Jokowi) diagendakan akan menyampaikan pandangannya tentang ekonomi nasional beserta potensi dalam negeri.

Selain Presiden Joko Widodo akan hadir pula sejumlah para pengambil kebijakan dan praktisi ekonomi dan bisnis yang akan membedah ekonomi serta bisnis terkini dan proyeksinya pada masa mendatang. Hal itu diharapkan bisa memberi stimulus yang baik terhadap perekonomian.

Adapun pejabat yang akan datang adalah Menteri BUMN Rini Soemarno, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara, Ketua Umum Kadin Rosan P Roeslani dan Firmanzah selaku rektor Universitas Paramadina.

Bincang-bincang ini mengambil tajuk 'Optimalisasi Potensi Dalam Negeri' dan menjadi langkah bersama memandang ekonomi Indonesia dalam bingkai optimistis. Ekonomi nasional saat ini yang terus bergulir menuju kadar kualitas yang semakin meningkat menjadi landasan positif melihat ekonomi nasional di masa depan.

 


(ABD)

Pemerintah Masih Godok Pembentukan <i>Holding</i> BUMN Jasa Keuangan

Pemerintah Masih Godok Pembentukan Holding BUMN Jasa Keuangan

4 hours Ago

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih menggodok pembentukan holding BUMN di sektor …

BERITA LAINNYA