Menkeu Sebut Perdagangan Global Masih Isu Utama yang Diwaspadai

Suci Sedya Utami    •    Rabu, 06 Jun 2018 08:15 WIB
perdaganganekonomi indonesiaPerang dagang
Menkeu Sebut Perdagangan Global Masih Isu Utama yang Diwaspadai
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menilai kebijakan perdagangan global masih menjadi hal yang diwaspadai semua negara, termasuk Indonesia. Bahkan pada level pengambil kebijakan, isu perdagangan merupakan prioritas utama dalam setiap pertemuan internasional.

"Di lingkungan global, selain normalisasi dan kebijakan fiskal AS, salah satu yang juga kita perhatikan adalah kebijakan perdagangan," kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, dalam bincang-bincang dengan awak media, di Kemenkeu, Jakarta Pusat, Selasa, 5 Juni 2018.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menilai ketidakpastian perdagangan ini diciptakan oleh Presiden AS Donald Trump yang menyatakan perang dagang dengan memberlakukan pengenaan tarif baru untuk barang-barang yang masuk ke negara tersebut dengan alasan ingin menggenjot industri dalam negeri AS.



"Tadinya kita sudah tenang waktu Menkeu AS Steven Mcuchin pergi ke Beijing dan mengeluarkan pernyataan sekarang tensi perang menurun dan akan melakukan kebijakan berdasarkan kesepakatan. Namun keputusan di Beijing dilanggar oleh Trump dengan mengenakan tarif. Ini menandakan ketidakpastian dari perdagangan masih menjadi isu utama," kata Ani.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memutuskan untuk mengenakan tarif sebanyak 25 persen untuk impor baja dan 10 persen untuk aluminium. Keputusan yang dilakukan Trump ini jelas merobek kesepakatan perdagangan dan aturan yang berlaku di dunia.

Merujuk data Kementerian Perdagangan AS, pengimpor alumunium terbesar ke negara Paman Sam adalah Kanada dan Uni Eropa, disusul Korea Selatan, Meksiko, dan Brasil. Adapun Tiongkok dan Rusia merupakan pengekspor alumunium terbesar kedelapan dan kesembilan ke AS.

 


(ABD)


Qatar Janjikan Investasi USD15 Miliar di Turki
Di Tengah Krisis

Qatar Janjikan Investasi USD15 Miliar di Turki

15 hours Ago

Pejabat Turki mengatakan Qatar telah menjanjikan investasi senilai USD15 miliar berupa investas…

BERITA LAINNYA