Makanan hingga Semen jadi Peluang Ekspor RI ke Palestina

Husen Miftahudin    •    Selasa, 07 Aug 2018 08:31 WIB
eksporekonomi indonesia
Makanan hingga Semen jadi Peluang Ekspor RI ke Palestina
Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Iman Pambagyo (Foto: Medcom.id/Husen Miftahudin)

Jakarta: Kerja sama antara Indonesia dan Palestina kian meningkat seiring penandatanganan nota kesepahaman perdagangan. Kedua negara sepakat merinci produk dan barang yang bisa diekspor dan diimpor dengan tarif bea masuk rendah.

Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional (PPI) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Iman Pambagyo mengakui saat ini baru kurma dan minyak zaitun murni yang mendapat pembebasan bea masuk. Itu pun bersifat satu arah alias impor yang dilakukan Indonesia.

"Ke depan akan dua arah dan dikemas dalam bentuk Preferential Trade Agreement (PTA) dan itu kan bisa dibatasi biaya tarifnya sejumlah tertentu yang disepakati oleh para pihak," ujar Iman, usai penandatanganan kerja sama dengan Palestina di Kemendag, Jalan MI Ridwan Rais, Jakarta Pusat, Senin, 6 Agustus 2018.

Menurutnya Palestina membutuhkan produk-produk makanan dan bangunan untuk menata kembali negara mereka. Maka itu, Indonesia melirik peluang ekspor mie instan, biskuit, pakaian, hingga semen dengan tarif bea masuk rendah ke Palestina.

"Selain mie instan, biskuit banyak diminati di sana, cenderung lebih banyak makanan. Kita enggak membatasi hanya untuk makanan, memang ada kebutuhan lain yang bukan makanan tapi belum disebut mereka. Bisa pakaian, semen, dan lain-lain," bebernya.

Iman mengatakan produk-produk mie instan Indonesia kerap masuk ke Palestina lewat Mesir dan Yordania. Maka itu, produk mi instan jadi pertimbangan Kemendag untuk mendapat pembebasan tarif bea masuk ke Palestina.

"Mi instan di Mesir ada konsumsi, saya dengar itu dibawa masuk ke Palestina juga, kemungkinan lewat Yordania dan Mesir," ungkap dia.

Saat ini, Indonesia dan Palestina tengah menjalin kerja sama dagang demi peningkatan volume perdagangan kedua negara. Keduanya juga sepakat merancang daftar-daftar produk yang bisa diperdagangkan dengan bebas bea tarif masuk melalui PTA.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), total perdagangan Indonesia-Palestina pada periode Januari-Mei 2018 sebanyak USD1,62 juta. Ekspor Indonesia ke Palestina sebesar USD912,5 ribu dan impor Indonesia dari Palestina sebesar USD717 ribu.


(ABD)