Jokowi Sebut Indonesia Berperan Strategis dalam Geoekonomi

Achmad Zulfikar Fazli    •    Selasa, 15 May 2018 22:49 WIB
ekspor-impor
Jokowi Sebut Indonesia Berperan Strategis dalam Geoekonomi
Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) melepas ekspor komoditas Indonesia menggunakan kapal kontainer berukuran raksasa ke sejumlah negara di Terminal JICT, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (15/5). Foto: Antara/Wahyu Putro A

Jakarta: Presiden Joko Widodo menyebut Indonesia berperan sangat strategis dalam geoekonomi di kawasan Indo-Pasific. Hal itu terlihat dari besarnya nilai ekspor ke luar negeri.

"Saya juga ingin sampaikan ekspor kita ke Amerika Serikat pada sore hari ini adalah penanda bahwa Indonesia memiliki peran sangat strategis dalam geoekonomi di Indo-pasific," kata Jokowi di JICT Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa, 15 Mei 2018.

Jokowi menjelaskan, sebagai negara terbesar di Asia Tenggara, Indonesia harus terus bergerak dan bekerja dalam memajukan peningkatan ekonomi. Menurut dia, sumber utama pertumbuhan ekonomi berasal dari pusat perdagangan dan industri dunia.

"Dan, sebagai negara terbesar di Asia Tenggara, kita sedang terus bergerak untuk menjadikan kawasan Indo-Pasifik sebagai sumber utama pertumbuhan ekonomi pusat perdagangan dan industri dunia," ujar dia.

Baca: Jokowi Lepas Ekspor di Pelabuhan Tanjung Priok

Jokowi memastikan pemerintah akan meningkatkan nilai ekspor berbagai komoditas yang dimiliki guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. "Dan, di saat yang bersamaan peningkatan ekspor seperti sekarang akan terus kita tingkatkan sehingga akan menguatkan pertumbuhan ekonomi kita," ucap dia.

Direktur Utama IPC Elvyn G. Masassya mengatakan Indonesia sudah berada di jalur yang tepat untuk menjadi poros maritim dunia. 

"Keberadaan kapal-kapal terbesar ini menunjukkan bahwa IPC siap mengelola pelabuhan bongkar muat terbesar di Indonesia. Didukung dengan IT System dan peralatan modern yang ada, kami bekerja sefektif dan seefisien mungkin untuk mendukung peningkatan ekspor," kata dia.

Sejumlah kapal besar (mother vessel) telah rutin berlabuh di Tanjung Priok seperti generasi Post-Panamax APL Salalah dan Vessel Pelleas. Bahkan kapal APL Salalah memiliki kapasitas di atas 10.000 Teus dengan bobot hampir 130 ribu GT, dan panjangnya mencapai 347 meter. Rute layanan langsung atau direct-call yang ditawarkan antara lain tujuan Eropa Utara, pantai barat Amerika Serikat, dan Intra-Asia.

Baca: Kemenperin: Pembatasan Impor Bahan Baku Ganggu Produk Ekspor

Menurut dia, kapal-kapal ukuran raksasa tersebut menawarkan layanan angkutan barang yang lebih kompetitif dan waktu pengiriman yang lebih cepat sehingga berpotensi meningkatkan daya saing produk-produk ekspor Indonesia, khususnya di Amerika Serikat.

BPS mencatat neraca perdagangan Indonesia pada 2017 surplus sebesar 11,84 miliar dolar AS. Angka ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan surplus pada 2016, yang sebesar 9,53 miliar dolar AS. Surplus neraca perdagangan pada 2017 menunjukkan level tertinggi sejak 2013 dan 2014 yang mengalami defisit, dan kemudian kembali surplus pada 2015 dan 2016.


(DMR)


Komentar Menperin soal Sariwangi Pailit

Komentar Menperin soal Sariwangi Pailit

10 hours Ago

Bangkutnya PT Sariwangi Agricultural Estates Agency (Sariwangi AEA) dan anak usahanya yaitu PT …

BERITA LAINNYA