Suplus Neraca Perdagangan Dukung Kinerja Transaksi Berjalan

Eko Nordiansyah    •    Selasa, 18 Apr 2017 08:13 WIB
bank indonesianeraca perdagangan indonesiadefisit transaksi berjalan
Suplus Neraca Perdagangan Dukung Kinerja Transaksi Berjalan
Gedung Bank Indonesia (MI/SUSANTO)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) memandang bahwa kinerja neraca perdagangan pada Maret 2017 dan keseluruhan di kuartal I-2017 terbilang positif dalam mendukung kinerja transaksi berjalan. Pada Maret 2017, neraca perdagangan Indonesia kembali mencatat surplus terutama didukung oleh surplus neraca perdagangan nonmigas.

Surplus neraca perdagangan Maret 2017 tercatat sebesar USD1,23 miliar, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan surplus Februari 2017 yang tercatat sebesar USD1,26 miliar. Surplus yang lebih rendah tersebut dipengaruhi oleh turunnya surplus neraca perdagangan nonmigas yang melampaui penurunan defisit neraca perdagangan migas.

"Meskipun secara bulanan menurun, surplus neraca perdagangan Maret 2017 tersebut masih lebih tinggi dibandingkan surplus pada Maret 2016 yang sebesar USD0,51 miliar," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa 18 April 2017.

Surplus neraca perdagangan nonmigas pada Maret 2017 tercatat sebesar USD2,02 miliar, lebih rendah dibandingkan dengan surplus bulan sebelumnya yang sebesar USD2,5 miliar. Menurunnya surplus neraca perdagangan nonmigas tersebut dipengaruhi oleh peningkatan impor nonmigas 24,94 persen (mtm) yang melebihi peningkatan ekspor nonmigas 14,86 persen (mtm).



Peningkatan impor nonmigas terutama bersumber dari naiknya impor mesin dan peralatan mekanik, mesin dan peralatan listrik, plastik dan barang dari plastik, besi dan baja, serta kapal laut dan bangunan terapung. Sementara itu, peningkatan ekspor nonmigas terutama disebabkan oleh naiknya ekspor bahan bakar mineral, karet dan barang dari karet, mesin dan peralatan listrik, bubur kayu/pulp, serta bijih, kerak, dan abu logam.

Di sisi migas, defisit neraca perdagangan migas turun dari USD1,28 miliar pada Februari 2017 menjadi USD0,78 miliar pada Maret 2017. Penurunan defisit neraca perdagangan migas tersebut dipengaruhi oleh peningkatan ekspor migas 23,56 persen (mtm), terutama ekspor minyak mentah, yang disertai dengan penurunan impor migas 8,54 persen (mtm).

Dengan perkembangan tersebut, neraca perdagangan Indonesia untuk keseluruhan kuartal I-2017 mencatat surplus sebesar USD3,93 miliar, meningkat dibandingkan dengan surplus kuartal IV-2016 yang sebesar USD3,12 miliar dan lebih besar dibandingkan dengan surplus kuartal I-2016 sebesar USD1,66 miliar.

Dibandingkan dengan kuartal I-2016, perbaikan neraca perdagangan kuartal I-2017 didorong oleh naiknya surplus neraca perdagangan nonmigas yang melampaui kenaikan defisit neraca perdagangan migas.

"Ke depan, Bank Indonesia akan terus mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik yang dapat memengaruhi kinerja neraca perdagangan serta mengupayakan agar kegiatan ekonomi domestik terus berjalan dengan baik," pungkasnya.

 


(ABD)

TNI Gagalkan Penyelundupan 24 Ton Garam Ilegal

TNI Gagalkan Penyelundupan 24 Ton Garam Ilegal

2 hours Ago

Aparat TNI AL Wilayah Dumai, Riau, menangkap sebuah kapal motor kayu yang diduga mengangkut 24 …

BERITA LAINNYA