Bappenas: Ekonomi Hijau dan Pertumbuhan Tidak Bisa Dipisahkan

   •    Jumat, 04 Aug 2017 07:31 WIB
pertumbuhan ekonomiekonomi indonesia
Bappenas: Ekonomi Hijau dan Pertumbuhan Tidak Bisa Dipisahkan
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brojonegoro menegaskan bahwa ekonomi hijau atau green economy dan pertumbuhan bukan konflik yang harus dipisahkan dalam perencanaan pembangunan berkelanjutan.

"Green economy dan pertumbuhan bukan konflik. Justru dengan menerapkan ekonomi hijau pertumbuhan akan lebih berkelanjutan dalam waktu panjang," kata Bambang, seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Jumat 4 Agustus 2017.

Ia mengingatkan agar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dapat jadi penengah dari ego sektoral yang ada pada dinas-dinas di daerah. Bappeda harus bisa membantu melihat pentingnya menaikkan isu lingkungan hidup dan perubahan iklim dalam perencanaan di masing-masing bidang.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, saat ini pertumbuhan ekonomi merupakan kebutuhan karena masih besarnya kemiskinan dan ketimpangan. Artinya, butuh pertumbuhan dan pencapaian target perencanaan dari pusat hingga daerah.

Jika konteks pertumbuhan pada 1980-an sangat bergantung pada Sumber Daya Alam (SDA), sedangkan pada 2000-an bergantung pada kelapa sawit dan batu bara maka perlu belajar dari masa lalu. Pertumbuhan tinggi mencapai 6-7 persen tapi hanya bertahan 4-5 tahun.

"Ini karena booming (pertumbuhannya) sudah lewat. Ke depan kita harus masukkan unsur keberlanjutan lingkungan, ini lebih baik, (pertumbuhan) tidak tinggi tetapi stabil," ujar Bambang.

Ia menekankan tentang pentingnya perubahan pola pikir untuk bisa menjalankan ekonomi hijau tersebut. Dan kepala daerah terpilih harus mampu meyakinkan pemerintahan dan masyarakatnya bahwa keberlanjutan lingkungan mendatangkan ekonomi.

"Green economy akan mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) tapi pertumbuhan ekonomi akan baik," pungkas dia.


(ABD)