Sri Mulyani tak Marah Disebut Menteri Pencetak Utang

Desi Angriani    •    Kamis, 14 Feb 2019 11:14 WIB
sri mulyanikementerian keuangan
Sri Mulyani tak Marah Disebut Menteri Pencetak Utang
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (FOTO: AFP)

Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani beberapa waktu lalu dijuluki sebagai menteri pencetak utang. Namun menteri yang dinobatkan terbaik di dunia ini mengaku tak marah. Katanya, semakin tinggi sebuah pohon maka semakin kencang pula angin yang meniup.

"Saya sama sekali tidak marah. Semakin pohon tinggi, semakin kencang angin meniupnya," kata Ani sapaannya saat menjadi pembicara di acara Metro TV Newsroom, Rabu malam, 13 Februari 2019.

Ani mengungkapkan setiap kritik yang ditujukan pada dirinya diterima dengan lapang dada. Sebab, tak semua orang memahami proses dan kerja keras para menteri kabinet kerja. Bahkan ia mengaku lupa pernah mendapat penghargaan sebagai Menkeu Terbaik Asia pada 2006, dan Menkeu Terbaik Dunia 2018.

"Saya malah sudah lupa karena banyak hal yang harus kembali dikerjakan," imbuh dia.

Baca juga: Jawaban Sri Mulyani atas Tuduhan Prabowo

Terkait puisi yang viral, Ani mengelak jika hal itu sengaja dibuat untuk menjawab tudingan menteri pencetak utang. Kata Ani, puisi digunakan sebagai medium dalam menjelaskan APBN sebagai tema Uangkita agar terkoneksi dengan generasi milenial.

"Kalau saya tulis berupa nota keuangan itu pasti lama sekali. Kalau saya kasih tabel enggak ada yang mau baca. Kalau puisi banyak yang mau baca," pungkas dia.

Belum lama ini, calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menjuluki Menteri Keuangan (Menkeu) sebagai Menteri Pencetak Utang. Sebab, pemerintah dianggap terus menumpuk utang.

"Kalau menurut saya, jangan disebut lagilah ada Menteri Keuangan, mungkin Menteri Pencetak Utang. Bangga untuk utang, yang suruh bayar orang lain," ujar Prabowo pada 25 Januari 2019.

 


(AHL)


PPN Avtur Indonesia Sudah Kompetitif

PPN Avtur Indonesia Sudah Kompetitif

2 days Ago

Perlakuan pengenaan pajak pendapatan nilai (PPN) untuk avtur bagi penerbangan domestik di Indon…

BERITA LAINNYA