Pertemuan IMF-WB 2018

Indonesia Optimalkan Bauran Kebijakan Fiskal-Moneter

   •    Rabu, 10 Oct 2018 11:00 WIB
pertumbuhan ekonomiekonomi indonesiaIMF-World Bank
Indonesia Optimalkan Bauran Kebijakan Fiskal-Moneter
Logo Bank Indonesia di Komplek Kantor Bank Indonesia, Jakarta (MI/ROMMY PUJIANTO)

Nusa Dua: Indonesia akan mengoptimalkan bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan fiskal untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong potensi pertumbuhan ekonomi domestik di tengah serbuan dampak perang dagang global Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.

Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo di sela rangkaian Pertemuan Tahunan IMF- Bank Dunia 2018, di Nusa Dua, Bali, menyampaikan hal itu terkait proyeksi terbaru IMF yang menyebutkan tensi tinggi perdagangan antara AS dan Tiongkok belum akan membaik dalam waktu dekat dan telah memengaruhi penurunan pertumbuhan ekonomi global.

Bank Indonesia, kata Dody, telah mengawasi dampak dari eskalasi perang dagang terhadap negara berkembang termasuk Indonesia, terutama terkait dampak terhadap kondisi aliran modal asing dan nilai tukar karena ketidakpastian yang ditimbulkan dari kebijakan perdagangan dua negara raksasa ekonomi dunia itu.

BI menancapkan prioritas penggunaan instrumen kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas perekonomian terlebih dahulu. Dalam hal ini, sesuai mandat maka BI berupaya menstabilkan nilai tukar rupiah dan juga mengendalikan tingkat inflasi.

"Namun tentunya kita tidak melepas momentum pertumbuhan ekonomi yang terjadi. Kita juga melalui kebijakan makroprudensial yang direlaksasi sepanjang risko sistemiknya tetap terjaga," ujar dia, seperti dikutip dari Antara, Rabu, 10 Oktober 2018.

Selanjutnya instrumen makroprudensial akan dipergunakan untuk memberi relaksasi terhadap roda perekonomian di tengah pengetatan suku bunga. Pada konteks ini, ia menjelaskan, ada alasan mengapa BI melonggarkan rasio kredit perumahan.

"Karena kami melihat risiko sistemik yang berasal dari sektor properti dan kendaraan relatif terjaga sehingga kita melonggarkan itu. Yang penting itu bagaimana kita membaur kebijakan dengan pemerintah (dari sisi fiskal)," ujar Dody.

Adapun IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia menjadi 3,7 persen untuk 2018 dan 2019. Angka itu lebih rendah dibandingkan dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia yang dikeluarkan April 2018 oleh IMF sebesar 3,9 persen.

 


(ABD)


Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

2 days Ago

Keputusan pemerintah melebur BP Batam ke Pemerintah Kota Batam mendapat respons dan tanggapan b…

BERITA LAINNYA