Mendag: Penguatan USD Tingkatkan Kinerja Ekspor Indonesia

   •    Sabtu, 06 Oct 2018 14:04 WIB
pertumbuhan ekonomieksporekonomi indonesia
Mendag: Penguatan USD Tingkatkan Kinerja Ekspor Indonesia
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (MI/SUSANTO)

Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengungkapkan kinerja ekspor di Agustus 2018 terbantu oleh peningkatan dolar Amerika Serikat (USD) atas nilai tukar rupiah. Sejauh ini, pemerintah terus berupaya memacu laju ekspor dalam rangka memaksimalkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Mengutip data Kemendag, Sabtu, 6 Oktober 2018, ekspor nonmigas Indonesia di Agustus 2018 tercatat sebesar USD14 ,43 miliar atau  meningkat 3,43 persen dibandingkan dengan bulan  yang sama tahun sebelumnya (YoY). Dengan nilai impor nonmigas USD13,79 miliar maka neraca perdagangan nonmigas Indonesia pada periode Agustus 2018 surplus USD639,60 juta.

Penguatan nilai USD memberi insentif secara tidak langsung bagi eksportir untuk meningkatkan volume ekspor mereka. "Sehingga, neraca perdagangan nonmigas masih terjaga tetap surplus meski terdapat tekanan di sisi yang lain," ujar Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, seperti dikutip dari keterangan resminya.

Enggar menambahkan secara kumulatif ekspor nonmigas Januari–Agustus 2018 mencapai USD108,69 miliar. Nilai ini tumbuh 10 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2017 (YoY) yang sebesar USD98,79 miliar. Dirinya tetap optimistis target pertumbuhan ekspor nonmigas 11 persen untuk 2018 dapat dicapai meski terdapat kontraksi perdagangan.

Di sisi lain, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan pemerintah dan otoritas terkait akan mulai menyesuaikan diri dengan peningkatan suku bunga Federal Reserve yang menuju ke arah tiga persen. "Itu berarti dari sisi perekonomian, kami harus melihat bagaimana sensitivitasnya terhadap kegiatan ekonomi," kata Ani, sapaan akrabnya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menambahkan alur penaikan suku bunga the Fed sudah bisa diketahui. Tahun depan, diperkirakan kenaikan suku bunga AS masih akan berlanjut dua kali. Pemerintah akan terus berupaya memperbaiki neraca pembayaran Indonesia dengan menyeimbangkan komponen transaksi berjalan dan transaksi modal.

"Kami akan anggap itu adalah suatu reaksi yang cukup normal dari perubahan yang terjadi. Namun, kami akan menjaga jangan sampai perubahan itu kemudian menciptakan volatilitas terlalu besar yang akan mengganggu stabilitas," pungkasnya.


(ABD)


Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

2 days Ago

Keputusan pemerintah melebur BP Batam ke Pemerintah Kota Batam mendapat respons dan tanggapan b…

BERITA LAINNYA