BI Catat Rupiah Melemah 1,47% di Kuartal I-2018

Eko Nordiansyah    •    Jumat, 18 May 2018 07:54 WIB
rupiahbank indonesiakurs rupiah
BI Catat Rupiah Melemah 1,47% di Kuartal I-2018
Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowadojo (MI/ROMMY PUJIANTO)

Jakarta: Bank Indonesia (BI) mencatat secara point to point nilai tukar rupiah melemah sebanyak 1,47 persen pada kuartal I-2018. Jika dibandingkan dengan mata uang negara berkembang (emerging market) lain, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) masih lebih baik.

"Evaluasi Maret sampai April 2018 kalau dilihat sampai April year to date (ytd) secara point to point rupiah ada depresiasi 2,06 persen," kata Gubernur BI Agus DW Martowardojo, di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis, 17 Mei 2018.

Dirinya menambahkan depresiasi nilai tukar rupiah pada kuartal I-2018 dipicu penguatan USD yang terjadi dalam skala global. Bahkan mata uang negara berkembang lain melemah lebih dalam, kecuali mata uang Thailand dan Malaysia yang mampu bertahan.

"Misalnya India itu 5,4 persen, Filipina 4,25 persen, Brasil 8,5 persen, dan Turki juga 12 persen. Sementara untuk Thailand terapresiasi 2,2 persen dan Malaysia 2,4 persen karena mereka itu menikmati surplus transaksi berjalan sedangkan Indonesia defisit," jelas dia.

Sejauh ini, perkembangan nilai tukar rupiah masih terkendali ditopang oleh fundamental ekonomi Indonesia yang terjaga. Selain itu, langkah stabilisasi yang ditempuh BI didukung upaya-upaya pengembangan pasar keuangan serta menjaga mekanisme pasar.

"Langkah stabilisasi nilai tukar rupiah di periode penyesuaian likuiditas global ini juga ditopang upaya mengoptimalkan instrumen operasi moneter untuk tetap menjaga ketersediaan likuditas. Ke depan, BI terus mewaspadai risiko ketidakpastian pasar keuangan global," pungkasnya.

 


(ABD)