Kebijakan Industri Diharap Tidak Ganti setiap 5 Tahun

Eko Nordiansyah    •    Kamis, 03 Aug 2017 13:21 WIB
pertumbuhan ekonomibank indonesiaekonomi indonesia
Kebijakan Industri Diharap Tidak Ganti setiap 5 Tahun
Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) menilai dibutuhkan strategi serta komitmen yang kuat untuk membangun industri di Tanah Air. Sayangnya, di Indonesia kebijakan untuk mengembangkan industri nasional sering berganti seiring dengan pergantian kekuasaan yang dilakukan setiap lima tahun sekali.

"Jangan setiap lima tahun berganti arah dan aturan. Tapi adalah sesuatu yang memang komitmen bisa kami lakukan," kata Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara, di Gedung Sjafrudding Prawiranegara, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis 3 Agustus 2017.

Dirinya menambahkan, industri hulu yang perlu dikembangkan oleh Indonesia adalah sesuai ketersediaan raw material yang ada. Dengan strategi serta komitmen yang tepat maka dipastikan jika pengembangan industri hulu dapat menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan.

Selain itu, industri manufaktur juga perlu dikembangkan sebagai salah satu alternatif sumber pertumbuhan ekonomi. Saat ini industri manufaktur baru berperan terhadap sekira 20 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) yang pada beberapa tahun lalu bahkan pernah menyentuh level sekira 28 persen.

"Kalau mau maju, ya manufaktur harus maju. Sekarang 20 persen tapi itu masih yang terbesar maka harus didorong. Kredit manufaktur sekarang 17 persen dari total kredit Indonesia, dulu di atas 20 persen. Jadi bank itu kan merespons permintaan. Kalau permintaan dari manufaktur ada dan layak maka diberi kredit," jelas dia.

Untuk itu, bank sentral mendorong peran perbankan untuk terlibat dalam pembiayaan industri nasional. Namun sebelum mendapat pembiayaan dari perbankan, maka pemerintah harus bisa mendorong perkembangan industrinya terlebih dulu.

"Kalau tidak disambut, ya enggak jadi iuga. Maka koordinasi pemerintah pusat dan daerah sangat penting. Kami lihat itu penting kolaborasi, maka setiap tiga bulan kami diskusi dengan pemda, kami undang pemerintah pusat, untuk mendorong industri di daerah dan carikan solusi," pungkasnya.


(ABD)