Tanpa Amnesti dan Revaluasi, Penerimaan Pajak Tumbuh 15,85% di 2017

Suci Sedya Utami    •    Jumat, 05 Jan 2018 15:56 WIB
penerimaan pajak
Tanpa Amnesti dan Revaluasi, Penerimaan Pajak Tumbuh 15,85% di 2017
Dirjen Pajak Robert Pakpahan (tengah). (Foto: Medcom.id/Suci Sedya)

Jakarta: Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berhasil mengumpulkan penerimaan pajak sebesar Rp1.151,10 triliun di sepanjang 2017.

Direktur Jenderal Pajak Kemenkeu Robert Pakpahan mengatakan penerimaan tersebut tumbuh 4,08 persen dibandingkan dengan tahun lalu yang terkumpul Rp1.105,97 triliun.

Namun, kata Robert, perlu diingat, di 2016 ada bantuan dari program amnesti pajak dan juga revaluasi aset. Apabila dibandingkan dengan tahun lalu tanpa memasukan amnesti pajak dan revaluasi aset maka penerimaan tumbuh 15,85 persen.

"Secara keseluruhan kalau dikeluarkan amnesti pajak dan revaluasi tumbuh 15,85 persen," kata Robert dalam konferensi pers, di Kantor Pusat DJP, Jakarta Pusat, Jumat, 5 Januari 2018.

Capaian sepanjang 2017, kata Robert, yakni mencapai 89,68 persen dari target Rp1.283,57 triliun.

Bila dijabarkan, pajak penghasilan (PPh) nonmigas sebesar 80,42 persen dari target atau Rp596,89 triliun, dengan pertumbuhan negatif 5,27 persen dari tahun lalu sebesar Rp630,11 triliun.

Pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) sebesar 101,10 persen dari target atau Rp480,73 triliun, tumbuh 16,62 persen dai tahun lalu Rp412,21 triliun.

Pajak bumi dan bangunan (PBB) sebesar 108,82 persen atau Rp16,77 triliun, tumbuh negatif 13,74 persen dai tahun lalu Rp19,44 triliun.

PPh migas sebesar 119,60 persen atau Rp49,96 triliun, tumbuh 38,39 persen dari tahun lalu Rp36,10 triliun.

Serta pajak lainnya sebesar 77,53 persen atau Rp6,75 triliun, tumbuh negatif 16,78 persen dari tahun lalu Rp8,10 triliun.

 


(AHL)