Target Ditambah, DJP akan Kebut Penerimaan Pajak

Annisa ayu artanti    •    Jumat, 14 Jul 2017 14:52 WIB
pajakpenerimaan negara bukan pajak
Target Ditambah, DJP akan Kebut Penerimaan Pajak
Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi. (FOTO: ANTARA/AKBAR NUGROHO GUMAY)

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memerintahkan kantor Pajak Pratama di seluruh Indonesia untuk menerapkan penegakan hukum dan mencari wajib pajak yang bandel tidak membayarkan pajak.

Selain untuk implementasi dan menerapkan kewajiban pembayaran pajak, penegakan hukum tersebut juga dilakukan dalam rangka memenuhi target pendapatan pajak tahun ini yang diketok oleh Badan Anggaran DPR-RI sebesar Rp1.241,1 triliun.

Pada APBN 2017, target pajak nonmigas sebesar Rp1.271,7 triliun. Lalu pada APBN-P 2017, Dirjen Pajak mengusulkan hanya Rp1.221,7 triliun. Kemudian hasil Banggar diputuskan Rp1.241,1 triliun. Artinya harus ada extra effort sebesar Rp20 triliun untuk mencapai itu.

"Gizjeling ini merupakan upaya terakhir. Tapi dalam rangka memenuhi target penerimaan yang sekarang ditambah Rp20 triliun, mau tak mau saya perintahkan semua KPP 341 setiap hari harus ada satu yang disandera," tegas Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi di Kanyor Ditjen Pajak, Jakarta, Jumat 14 Juli 2017.

Ken menjelaskan, dari penagihan, pemeriksaan dan penyanderaan wajib pajak yang menunggak (gijzeling) telah memberikan penerimaan pajak sebanyak Rp28 triliun pada semester I-2017.

"Realisasi sekarang Rp28 triliun," ucap dia.

Dalam setahun ini, Ditjen Pajak menargetkan penerimaan pajak dari pemeriksaan dan penagihan sebesar Rp59,5 triliun. Namun karena ada tambahan sebesar Rp20 triliun, maka target penerimaan dari pemeriksaan dan penagihan sebesar Rp79,5 triliun.

"Kami sangat serius enam bulan ke depan karena ada target," pungkas dia.

 


(AHL)