Dua Investor Asing Tanam Modal di Batam Rp100 Miliar

   •    Jumat, 04 Aug 2017 13:48 WIB
investasi di batam
Dua Investor Asing Tanam Modal di Batam Rp100 Miliar
Ilustrasi. (FOTO: MI/Atet Dwi Pramadia)

Metrotvnews.com, Batam: Perusahaan Taiwan dan Jepang menanamkan modal total Rp100 miliar di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Batam dengan memanfaatkan program izin investasi tiga jam (i23j) BP Batam.

"Investor Taiwan PT Shine Preform Plastic menanamkan modal Rp50 miliar. Sementara PT Mes Machinery Indonesia asal Jepang juga menanamkan investasi yang sama," kata Kasubdit Pelayanan Penanaman Modal BP Batam, Ady Soegiharto sesuai rilis dari BP Batam, seperti dikutip dari Antara, Jumat 4 Agustus 2017.

PT Shin Preform Plastic akan memproduksi produk berupa kemasan, botol dan kotak berbahan plastik yang rencananya akan berlokasi di Komplek Kawasan Industri Tunas BIZPARK di Batam dengan nilai ekspor sampai dengan USD360.000 per tahun.

Sementara PT Mes Machinery Indonesia yang bergerak di bidang industri alat berat (crane) dengan kapasitas produksi 20 unit per tahunnya dan berlokasi di wilayah Tanjung Uncang Batam.

"Masuknya investasi tersebut merupakan salah satu bukti daya tarik Batam sebagai lokasi yang tepat dan strategis bagi para investor. Apalagi berbagai kemudahan yang ditawarkan tidak kalah dengan negara lainya yang memiliki kawasan industri sejenis," kata dia.

Dengan memanfaatkan program Izin Investasi 3 Jam (i23J) BP Batam, kedua perusahaan tersebut akan langsung mendapatkan delapan perizinan di Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) BP Batam dengan tempo tiga jam.

Perusahaan juga akan mendapatkan fasilitas KILK (kemudahan investasi langsung konstruksi) serta fasilitas importasi jalur hijau bagi perusahaan guna untuk mendukung para investor dalam mempercepat merealisasikan investasinya di Batam.

"Perusahaan itu akan menyerap tenaga kerja lokal sebanyak 130 orang," kata dia.

Dengan hadirnya dua perusahaan tersebut diharapkan akan berdampak dengan masuknya perusahaan asing baru sehingga industri di Batam terus tumbuh.

Sebelumnya perusahaan asal Taiwan yaitu PT Asus Technology Indonesia Batam yang sudah lebih dahulu menggunakan fasilitas program perizinan layanan i23j BP Batam.

Sementara itu, Direktur Utama PT Shin Preform Plastic, Wang Po Hsun, mengatakan perusahaan miliknya untuk pertama kalinya mananamkan investasinya di Asia Tenggara yaitu Indonesia. Menurutnya, dipilih Batam sebagai tujuan investasi dikarenakan iklim industri yang kompetitif dan ketersediaan infrastruktur yang memadai.

"ini awal yang bagus saya menyukai program ini dan sangat cepat, Batam sangat positif dan bagus bagi kami, tentunya jika berkembang dengan baik maka kami akan mengembangkan lagi di Indonesia," pungkas dia.


(AHL)