Jokowi: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Peringkat Tiga di G20

Lina Herlina    •    Rabu, 12 Jul 2017 19:54 WIB
ekonomi indonesia
Jokowi: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Peringkat Tiga di G20
Presiden Joko Widodo berbincang dengan Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau. (Biro Pers Setpres).

Metrotvnews.com, Makassar: Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menghadiri puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-70 di Lapangan Karebosi Makassar, hari ini , sekaligus membuka Kongres III Koperasi setelah dilaksanakan terakhir 64 tahun silam.

Jokowi pada kesempatan itu menyebutkan, persaingan negara-negara di dunia ini kian sengit, bahkan semua negara mengeluh mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi.




"Tapi pada G20 yang saya hadiri di Jerman, negara kita berada diperingkat tiga terbaik," katanya dikutip dari Media Indonesia, Rabu 12 Juli 2017.

Namun demikian, Jokowi mengingatkan, agar tidak berbangga hati. Karena masalah kemiskinan, ketimpangan sosial jadi pekerjaan rumah yang sangat berat. Harus menggunakan kekuatan sumber daya manusia yang ada.

Ia juga mengingatkan, agar tidak membuang tenaga dan pikiran habis untuk hal-hal yang tidak produktif.

"Misal mencela sesama warga negara, menfitnah, kabar bohong, saling menyalahkan. Jika ini kita tinggalkan, pertumbuhan ekonomi akan lebih baik," contoh Jokowi.

Untuk koperasi di Indonesia, berdasarkan laporan Menteri Koperasi dan UKM RI, Anak Agung Ngurah Puspayoga mengatakan, produk domestik Bruto (PDB) koperasi meningkat jadi 3,99 persen dari 2013 yang hanya 1,71 persen. Termasuk rasio kewirausahaan yang tadinya hanya 1,55 persen naik jadi 3,01 persen.

Menanggapi itu, Jokowi mengatakan, sumbangan koperasi di Indonesia memang naik dua kali luipat, tapi dibanding negara lain seperti Prancis, Belanda yang koperasinya memberi kontribusi ke negaranya 18 persen, demikian pulan Selandia Baru 20 persen, Indonesia belum seberapa dengan nilai 3,9 persen.

"Kita selalu bilang, soko goro perekonomian kita itu adalah koperasi. Sehingga memang harus dikembangkan. Banyak koperasi yang sduah baik di Indonesia sehingga memang harus jadi contoh. Karena ada koperasi yang mampu melakukan perputaran uang triliunan rupiah. Koperasi harus bersaing. Jika perusahaan swasta bisa berkembang, koperasi juga harus bisa," urai Jokowi.

Bahakan saat ini lanjutnya, koperasi sudah bisa menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) dengan Bunga 20 persen. Tapi dengan subsidi dari APBN turun jadi 9 persen, bahkan menurutnya, pada tahun depan bisa turun hingga 7 persen.

Karenanya, berdasarkan tema hari koperasi kali ini, 'Koperasi Menuju Pemerataan Kesejahteraan Masyarakat yang Berkeadilan untuk Memperkokoh NKRI', Jokowi mengajak untuk menggelorakan kembali semangat reformasi koperasi, agar bisa bersaing dengan korporasi, swasta dan BUMN.

"Karenanya kita butuh kecepatan, kegesitan dan inovasi. Harus bisa berkompetisi dengan cepat. Jangan takut. Kita ingin koperasi jadi instutusi yang kuat, institusi utama pemerataan ekonomi," tegas Jokowi.

Sementara itu, Ketua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Nurdin Halid menyebutkan, secara nasional, nasional, koperasi menunjukkan peran maksimal menopang kebutuhan anggotanya yang saat ini sudah lebih dari 37 juta orang.

"Itu dibarengi dengan kualitas koperasi yang kian membaik. Hingga kini ada sekitar 61 ribu unit koperasi yang dibekukan, sedangkan yang aktif sekitar 152 ribu tersebar di pelosok tanah air," ungkap Nurdin.

Sampai 2017, volume usaha koperasi Indonesia telah mencapai Rp266 miliar, dengan modal sendiri Rp142 miliar dan SHU Rp17 miliar. Bahkan untuk pengembangan koperasi, Dekopin juga bekerja sama dengan KPPU, OJK, BNI, BRI dan Bank Jabar untuk penyaluran bantuan usaha.


 


(SAW)

<i>Tender Offer</i> Persero dan <i>Holding</i> BUMN

Tender Offer Persero dan Holding BUMN

13 hours Ago

PRESIDEN Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2017 tentang Pena…

BERITA LAINNYA