Izin Dipermudah, Batam Kebanjiran Investor

   •    Rabu, 21 Jun 2017 11:02 WIB
investasi di batam
Izin Dipermudah, Batam Kebanjiran Investor
Ilustrasi investasi. (FOTO: MTVN/Mohammad Rizal)

Metrotvnews.com, Batam: Hingga pertengahan tahun ini investasi asing di Batam yang telah masuk mencapai USD202 juta. Masuknya investasi baru ini merupakan hasil dari diluncurkannya pelayanan izin investasi 3 jam (I23J) Badan Pengusahaan (BP) Batam, baru-baru ini.

Melalui program ini, para investor merasakan cepatnya pengurusan berbagai masalah izin tanpa harus menunggu lama soal kepengurusan administrasi. Hal ini tentunya sangat memudahkan mereka dalam berinvestasi di Indonesia.

Sedangkan syarat 3 jam pelayanan itu, menurut Deputi V Badan Pengusahaan (BP) Batam Gusmardi Bustami, antara lain untuk investasi minimal Rp50 miliar dan menyerap tenaga kerja minimal 300 orang. syarat lainnya investor datang langsung ke BKPM atau diwakili salah satu investor dengan membawa surat kuasa.

"Pelayanan seperti ini yang membuat investor asing juga dalam negeri, tanpa pikir panjang akan menanamkan modalnya di sini," kata Gusmardi kepada Media Indonesia, belum lama ini.

Investasi sebesar itu diraih hanya dalam waktu kuartal 2 tahun ini dan jumlahnya akan terus merangkak naik seiring kemudahan yang diberikan bagi investor dalam mengembangkan Batam ke depan.

Adapun perusahaan yang telah memasukkan investasinya antara lain PT. LNG Easy Batam Floating dari Singapura dengan nilai investasi sebesar USD80 juta serta PT Enerco RPO Internasional Oil Refenery perusahaan dalam negeri USD90 juta, dan PT Infocus Consumer Internasional Indonesia yang bergerak pada peralatan komunikasi tanpa kabel yang merupakan perusahaan kolaborasi pengusaha Singapura dan Tiongkok senilai USD4 juta.

Menurut Gusmardi, banyak sekali perusahaan yang mau secepatnya berinvestasi di Batam. "Dengan proses pelayanan seperti ini Batam masih merupakan destinasi investasi yang menarik bagi mereka. Tentu saja dengan nilai upah tenaga kerja yang bersaing dengan negara lain, juga besarnya peluang pengembangan usaha mereka di sini," ujarnya.


(AHL)