Ketua DPR Apresiasi Upaya Pemerintah Bangun Infrastruktur

   •    Rabu, 12 Dec 2018 13:02 WIB
pertumbuhan ekonomiinfrastrukturekonomi indonesia
Ketua DPR Apresiasi Upaya Pemerintah Bangun Infrastruktur
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (MI/SUSANTO)

Jakarta: Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Bambang Soesatyo memuji fokus Pemerintahan Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang telah menggalakkan pembangunan infrastruktur secara merata di seluruh Tanah Air.

"Infrastruktur merupakan kunci bagi pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan rakyat," kata Bamsoet, sapaan akrabnya, seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Rabu, 12 Desember 2018.

Ia memaparkan infrastruktur yang dibangun sesuai arahan Presiden Jokowi sangat beragam, termasuk bidang teknologi informasi dan energi. Selain itu, ujar dia, pembangunan infrastruktur tersebut juga dinilai berhasil membuka lapangan kerja serta mengurangi pengangguran di berbagai daerah.

Bambang mengapresiasi pembangunan infrastruktur itu banyak dilakukan di kawasan timur Indonesia. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengungkapkan saat ini banyak proyek infrastruktur yang pengerjaannya sudah selesai dan antre menunggu peresmiannya.

"Banyak yang sudah antre tapi karena mengatur waktunya sulit, banyak sekali yang belum bisa kami resmikan," kata Presiden Jokowi ketika meluncurkan Geoportal Kebijakan Satu Peta dan Buku Kemajuan Infrastruktur Nasional 2018. Ia menyebutkan proyek infrastruktur itu antara lain bendungan, pelabuhan laut, jalan tol, dan bandara.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam sejumlah kesempatan menyatakan, kalangan milenial perlu mengetahui pentingnya sektor infrastruktur dalam mempersatukan dan meningkatkan aktivitas perekonomian di Indonesia.

"Generasi milenial perlu mengetahui bahwa infrastruktur juga mempersatukan Indonesia, terutama dari sisi konektivitas," katanya.

Adapun pada 2015 hingga 2018, telah dibangun sepanjang 3.432 kilometer (km) jalan baru, seperti perbatasan Kalimantan, Papua dan NTT yang melebihi target 2.650 km hingga 2019. Kemudian telah dibangun jembatan dengan total panjang 39.798 meter melebihi target 29.859 m yang semula akan diselesaikan 2019.


(ABD)