Riset IMD: Peringkat Daya Saing RI Membaik di Kawasan Asia Pasifik

Faisal Abdalla    •    Kamis, 07 Jun 2018 07:06 WIB
daya saing indonesia
Riset IMD: Peringkat Daya Saing RI Membaik di Kawasan Asia Pasifik
Ilustrasi. (Foto: Antara/Muhammad Adimaja).

Jakarta: Publikasi Institute for Management Development (IMD) Competitiveness Yearbook 2018 menunjukkan Indonesia berada pada peringkat 43 dari 63 negara yang disurvei. Posisi RI ini melorot bila dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di peringkat 42.

Namun di kawasan Asia Pasifik, posisi Indonesia justru naik satu tingkat, dari 12 menjadi 11. Persepsi bisnis Indonesia dari berbagai isu yang terkait dengan daya saing diklaim membaik.

"Nilai indeks Indonesia sebesar 68,9 dari 100," kata Managing Director Lembaga Management Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia (FEB-UI) Toto Pranoto dalam keterangannya, Rabu, 6 Juni 2018.

Baca juga: Pemerintah Siapkan Penyederhanaan Perizinan Besar-Besaran

Riset IMD menilai daya saing bisnis suatu negara dalam lima tahun terakhir. Penilaian itu berdasarkan faktor kinerja perekonomian, efisiensi kebijakan pemerintah, efisiensi bisnis, serta infrastruktur.

Meski membaik di Kawasan Asia Pasifik, beber Toto, Indonesia tetap harus memperbaiki faktor-faktor pendongkrak daya saing. Hal tersebut agar Indonesia mampu mengejar ketertinggalan dari Singapura (3), Malaysia (22), dan Thailand (30).

Pada komponen kinerja ekonomi, diperlukan perhatian dari semua pihak agar mampu menstimulasi pembangunan yang berkelanjutan. Sementara untuk komponen selanjutnya, pemerintah diminta membenahi kerangka institusional, hukum bisnis, dan kerangka sosial.

"Pada komponen efisiensi bisnis, aspek yang perlu dibenahi terletak pada daya produktivitas dan efisiensi bisnis," ungkap Toto.

Adapun pada sektor infrastruktur, bebernya, titik krusial terletak pada semua aspek daya dukung pembangunan seperti infrastruktur dasar, teknologi, scientific infrastruktur, kesehatan dan lingkungan, serta edukasi. 

Baca juga: Kemendag Dorong Pelaku Usaha Tingkatkan Daya Saing

Di sisi lain, menurut Toto, pemerintah dan korporasi harus saling bersinergi agar kebijakan publik sejalan dengan bisnis agar membentuk pertumbuhan ekonomi yang solid.

"Dengan pertumbuhan ekonomi (PDB) tahun 2018 sebesar 5,1-5,2 persen, maka dukungan korporasi sangat diperlukan. Kebijakan publik pemerintah juga harus memahami tata kelola sektor swasta sebagai entitas bisnis," pungkas Toto.


(HUS)


Qatar Janjikan Investasi USD15 Miliar di Turki
Di Tengah Krisis

Qatar Janjikan Investasi USD15 Miliar di Turki

15 hours Ago

Pejabat Turki mengatakan Qatar telah menjanjikan investasi senilai USD15 miliar berupa investas…

BERITA LAINNYA