Ditjen Pajak Prediksi Penerimaan Tumbuh 18% di Akhir Tahun

Suci Sedya Utami    •    Selasa, 10 Jul 2018 20:16 WIB
pajak
Ditjen Pajak Prediksi Penerimaan Tumbuh 18% di Akhir Tahun
Pajak (ANT/Arief Priyono).

Jakarta: Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan memperkirakan pertumbuhan penerimaan pajak hingga akhir tahun 2018 bisa mencapai angka 17-18 persen. Adapun target pertumbuhan pajak yang ditetapkan dalam APBN 2018 sebesar 23 persen.

Target pertumbuhan tersebut dihitung berdasarkan target penerimaan pajak 2018 yang sebesar Rp1.424 triliun dibandingkan dengan capaian penerimaan 2017 yang sebesar Rp1.147,5 triliun yakni mencapai 23 persen.

"Di akhir tahun kami sangat optimis pertumbuhan lebih baik lagi kalau bisa kami mau di 17-18 persen di akhir tahun," kata Direktur Jenderal Pajak Robert Pakpahan di kantor pusat  DJP, Jakarta Pusat, Selasa, 10 Juli 2018.

Sepanjang tahun lalu penerimaan pajak bertambah empat persen jika memasukkan efek tax amnesty. Sementara tanpa efek tax amnesty penerimaan pajak hanya tumbuh 15,85 persen.

Robert mengatakan dirinya meyakini di semester II penerimaan pajak akan lebih bagus dibanding semester pertama. Meski di semester I pun telah mencatat hasil positif dengan tumbuh sebesar 13,9 persen atau secara nominal terkumpul Rp581,54 triliun yaitu 40,84 persen dari target penerimaan. Apalagi jika dilihat tren dari tahun ke tahun yang mengalami peningkatan. Semester I tahun lalu penerimaan pajak tumbuh sebesar 10,76 persen.

"Sepanjang kami bisa maintenance pertumbuhan di semester satu dan dengan dipengaruhi kegiatan ekonomi yang positif, peningkatan pelayanan, pengawasan dan lain-lain kami harapkan pertumbuhannya makin bagus lagi di semester II," tutur Robert.

Dalam kesempatan yang sama Direktur Potensi Kepatuhan dan Penerimaan DJP Yon Arsal tidak memungkiri akan ada shortfall (gap antara target dan realisasi) pajak namun tidak sebesar tahun lalu. Lagi pula bila ada shortfall maka secara total pendapatan negara bisa ditutup dengan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang hingga kini capaiannya sangat positif.

"Kalaupun (shortfall) saya pikir kita tidak sekhawatir tahun-tahun sebelumnya karena kan potensi shortfall itu ya ada lah, tapi dari kami DJP masih sangat optimis untuk melihat itu shortfall di pajak sedikit barangkali masih bisa ditambal oleh PNBP," jelas Yon.





(SAW)