Kondisi Politik, Hendropriyono Enggan Lanjutkan Kerja Sama Produksi Mobil

Husen Miftahudin    •    Rabu, 21 Sep 2016 17:44 WIB
mobil nasional
Kondisi Politik, Hendropriyono Enggan Lanjutkan Kerja Sama Produksi Mobil
Ilustrasi mobil esemka. (FOTO: Antara/Akbar)

Metrotvnews.com, Jakarta: Mobil Esemka digadang-gadang jadi mobil produksi perdana dalam negeri. Untuk menyempurnakan mobil buatan Indonesia itu, PT Adiperkasa Citra Lestari menggandeng perusahaan otomotif asal negeri Jiran, Proton Holdings Berhad (Bhd).

Sayangnya, keberlanjutan nota kesepahaman yang ditandatangani di hadapan Presiden Joko Widodo pada tahun lalu itu kandas di tengah jalan. Alasan politik dalam negeri di Malaysia menjadi penyebab berhentinya kerja sama peningkatan kualitas produksi mobil Esemka tersebut.

Sebagai CEO PT Adiperkasa Citra Lestari, Abdullah Makhmud Hendropriyono membeberkan bahwa kondisi politik yang tak stabil di Malaysia membuat dirinya enggan melanjutkan kerja sama dengan Proton tersebut.

"Kita ini dagang dan lain-lain kehidupan di semua sektor, kita tergantung juga politik. Karena politik Malaysia membuat Proton jalan di tempat. Masa jalan di tempat saya terusin (nota kesepahamannya),"‎ ujar Hendro, di Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Gedung Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (21/9/2016).

PT Adiperkasa Citra Lestari sendiri melakukan studi kelaikan atau feasibility study (FS) dan peluang kerja sama selama enam bulan sejak nota kesepahaman ditandatangani. Sayangnya saat FS, produksi otomotif Proton tengah mengalami pelambatan sehingga membuat Hendro membatalkan kerja sama tersebut.

"Jadi saya tidak meneruskan kerja sama dengan Proton. Karena masalah politik dalam negerinya, Proton kan tidak berkembang juga. Jadi kalau gembel jangan bergaul dengan yang kere, kapan kayanya," imbuh dia.

Menurut Hendro, pemutusan nota kesepahaman antara pihaknya dengan Proton atas dasar kesepakatan kedua belah pihak. Hanya sebatas tanda tangan dalam Memorandum of Understanding (MoU), tak masalah bila hal tersebut tidak dilanjutkan.

‎"Kita saling menasehati saja. Ini kan baru MoU, belum agreement. Kalau MoU kan saling mengerti saja," pungkas dia.


(AHL)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

1 month Ago

Republik Sentilan Sentilun malam ini bertema "Pascareshuffle Mau Apa?" menghadirkan A…

BERITA LAINNYA