Penerimaan Bea Cukai Jelang Akhir Tahun Capai Rp130 Triliun

Suci Sedya Utami    •    Rabu, 08 Nov 2017 17:49 WIB
bea cukai
Penerimaan Bea Cukai Jelang Akhir Tahun Capai Rp130 Triliun
Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi. (FOTO: MTVN/Suci Sedya)

Metrotvnews.com, Jakarta: Ditjen Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi penerimaan bea cukai hingga 7 November 2017 mencapai Rp130,12 triliun dari target yang tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2017 sebesar Rp189,14 triliun. Angka ini lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu Rp119,67 triliun.

"Sampai 7 November posisi kita total penerimaan adalah 62,76 persen," kata Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi di kantor pusat DJBC, Jakarta Timur, Rabu 8 November 2017.

Heru merinci penerimaan tersebut terdiri dari cukai sebesar Rp98,41 triliun dari target Rp153,16 triliun, tahun lalu Rp91,29 triliun. Bea masuk Rp28,55 triliun dari target Rp33,27 triliun, tahun lalu Rp25,94 triliun, dan bea keluar Rp3,15 triliun dari target Rp2,70 triliun, serta tahun lalu Rp2,45 triliun.

Dirinya menjelaskan terkait penerimaan cukai yang masih 64,25 persen bukan berarti mengindikasikan dengan sisa 1,5 bulan menuju akhir tahun maka akan tak bisa dicapai.

Dalam dua tahun terakhir, sejak PMK 20 tahun 2015 diberlakukan, kata Heru, penerimaan cukai biasanya melonjak di bulan terakhir, yakni Desember. Heru memperkirakan target akan bisa dicapai. Jika membandingkan dengan tahun lalu, di bulan terakhir, untuk cukai hasil tembakau atau rokok yang merupakan sumber utamab mencapai Rp47 triliun.

"Karena memang PMK 20/2015 penerimaan yang mestinya di sebelumnya PMK bisa disetor pada Januari, harus disetor pada bulan akhir tahun sebelumnya sehingga praktis Desember itu kita menerima tiga bulan penerimaan dari cukai rokok, sehingga ini yang menyebabkan perlonjakan penerimaan," jelas dia.

Untuk bea masuk dimana target yang tersisa untuk dikumpulkan kurang lebih Rp5 triliun, Heru percaya akan bisa mencapai target. Sebab, melihat perkembangan yang ada dari pertumbuhan impor, tentu akan menopang penerimaan bea masuk.

"Untuk bea keluar kita sudah surplus disebabkan karena tiga bulan awal bulan karena kenaikan harga CPO melebihi USD750 per metrik ton di menerba yang semakin hari semakin baik dan itu bisa meningkatkan volume ekspor kita yang otomatis dengan adanya pungutan bea keluar akan menambah penerimaan.," jelas dia.


(AHL)