Jokowi Sebut Reformasi Ekonomi Buat Indonesia Diakui Dunia

Hendrik Simorangkir    •    Kamis, 08 Mar 2018 08:16 WIB
pertumbuhan ekonomiekonomi indonesia
Jokowi Sebut Reformasi Ekonomi Buat Indonesia Diakui Dunia
Presiden Joko Widodo (Foto: MTVN/Hendrik Simorangkir)

Tangerang: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan saat ini Indonesia semakin mendapat pengakuan dunia terkait reformasi ekonomi yang dilakukan. Hal ini sejalan dengan penyematan peringkat layak investasi yang diberikan kepada sejumlah lembaga pemeringkat internasional.

"Survei Bank Dunia menunjukkan indeks kemudahan usaha pada 2014 kita peringkat 120 dan sekarang jadi urutan 72. Tahun ini harus di bawah peringkat 50," ujar Jokowi, dalam sambutannya saat Sidang Pleno II dan Rapimnas Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), di Grand Ballroom Novotel, Kota Tangerang, Rabu, 7 Maret 2018.

Selain itu, kata mantan Wali Kota Solo ini, perkembangan lainnya adalah Indonesia terus melakukan perbaikan dari sisi struktur perekonomian. Atas dasar itu, ia menilai, sudah saatnya Indonesia memberikan bantuan kepada negara lain dan bukan lagi meminta bantuan.

"Urusan ekonomi dalam negeri, kita masih berada dalam kondisi baik. Mudah-mudahan kita dapat mempertahankan pertumbuhan ekonomi di tengah ekonomi global yang penuh ketidakpastian. Saya tidak mau pengusaha lihatnya negatif terus, tapi tetap positif thinking dan optimis," kata Jokowi

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Banten Wahidin Halim yang mendampingi Presiden Jokowi ikut mengajak pelaku usaha muda yang tergabung dalam HIPMI untuk berkontribusi membangun perekonomian Banten. Diharapkan hal itu bisa memberikan efek terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

"Tadi teman-teman Hipmi sudah menyampaikan ingin berbuat untuk Banten. Saya apresiasi dan terima kasih bagi pengusaha muda yang ingin sama-sama memajukan Banten, khususnya meningkatkan ekonomi dan pembangunan," tutup Wahidin.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi didampingi Gubernur Banten Wahidin Halim. Turut hadir dari jajaran Menteri Kabinet Kerja yakni Mendikbud Muhadjir Effendi, Mendag Enggartiasto Lukita, Menko Perekonomian Darmin Nasution, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Selain itu, dihadiri Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Bambang Soesatyo, Ketua DPD Oesman Sapta Odang, Jaksa Agung Muhammad Prasetyo, Kapolri Jendral Tito Karnavian, serta tokoh nasional Akbar Tandjung.


(ABD)


Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

4 hours Ago

Keputusan pemerintah melebur BP Batam ke Pemerintah Kota Batam mendapat respons dan tanggapan b…

BERITA LAINNYA