Utang Luar Negeri Indonesia Tumbuh Melambat

   •    Sabtu, 17 Jun 2017 09:39 WIB
utang luar negeri
Utang Luar Negeri Indonesia Tumbuh Melambat
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Metrotvnews.com, Jakarta: Utang luar negeri Indonesia pada akhir April 2017 sebesar USD328,2 miliar atau tumbuh 2,4 persen secara tahun ke tahun (yoy), lebih lambat dibandingkan Maret 2017 yang tercatat 2,9 persen (yoy).

"Perlambatan penarikan utang tersebut karena masih lambatnya pertumbuhan utang luar negeri (ULN) pemerintah atau publik, dan berlanjutnya penurunan ULN swasta," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Tirta Segara melalui pesan tertulis yang diterima di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Sabtu 17 Juni 2017.

"ULN publik per April 2017 sebesar USD167,9 miliar atau 51,2 persen dari total ULN," kata Tirta.

Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan tahunan sebesar 9,2 persen (yoy) atau lebih rendah dibandingkan Maret 2017 yang sebesar 10 persen.

Baca: Utang Luar Negeri RI Naik jadi USD326,3 Miliar

Sementara ULN swasta tercatat USD160,3 miliar atau turun 3,9 persen (yoy). Bahkan penurunannya lebih tajam dibandingkan dengan penurunan pada Maret 2017 yang sebesar 3,6 persen (yoy). Porsi utang swasra mencapai 48,8 persen dari total ULN.

Menurut sektor ekonomi, ULN swasta banyak terkonsentrasi di sektor keuangan, industri pengolahan, pertambangan, serta listrik, gas dan air bersih. Pangsa ULN keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 76,4 persen.

Jika dilihat dari jangka waktu pengambilan utang, ULN jangka panjang dan jangka pendek sama-sama tumbuh melambat dibanding bulan sebelumnya. ULN jangka panjang tercatat USD283,6 miliar, hanya tumbuh satu persen (yoy). Pertumbuhan tersebut lebih lambat dibandingkan Maret 2017 yang sebesar 1,1 persen.

Sementara ULN jangka pendek USD44,6 miliar atau hanya tumbuh 12 persen (yoy), atau lebih lembat dibandingkan Maret 2016 yang sebesar 16 persen. Meskipun demikian, BI memandang perkembangan ULN pada April 2017 tetap sehat, namun terus mewaspadai risikonya terhadap perekonomian nasional.

"Bank Sentral terus memantau perkembangan ULN, khususnya ULN sektor swasta untuk memberikan keyakinan bahwa ULN dapat berperan secara optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan tanpa menimbulkan risiko yang dapat mempengaruhi stabilitas makroekonomi," pungkas Tirta.

 


(AHL)

TNI Gagalkan Penyelundupan 24 Ton Garam Ilegal

TNI Gagalkan Penyelundupan 24 Ton Garam Ilegal

13 hours Ago

Aparat TNI AL Wilayah Dumai, Riau, menangkap sebuah kapal motor kayu yang diduga mengangkut 24 …

BERITA LAINNYA