Hadiri Sidang Tahunan AIIB di Jeju

Menkeu Teken Pinjaman Pendanaan 3 Proyek

Suci Sedya Utami    •    Selasa, 20 Jun 2017 07:30 WIB
pertumbuhan ekonomiekonomi indonesia
Menkeu Teken Pinjaman Pendanaan 3 Proyek
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (AFP PHOTO/PRAKASH SINGH)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati baru saja kembali pada kunjungannya ke Korea Selatan (Korsel) untuk menghadiri Sidang Tahunan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) Kedua yang berlangsung pada 16-17 Juni 2017 di Jeju.

Sidang Tahunan AIIB Kedua tersebut mengangkat tema 'Sustainable Infrastructure' yang dihadiri oleh para menteri dan perwakilan dari 80 negara anggota, organisasi internasional, lembaga kemasyarakatan, akademisi, dan sektor swasta. Ani, sapaan akrabnya, hadir untuk menjalankan kapasitasnya sebagai Gubernur Indonesia di AIIB.

Saat tiba di Tanah Air, Ani menceritakan kegiatan yang dilakukan di Negeri Gingseng tersebut. Sidang Tahunan AIIB Kedua di Jeju ini diawali dengan seremoni pembukaan oleh Presiden Korea Selatan Moon Jae-ln dan dilanjutkan oleh Presiden AIIB Jin Liqun.

Moon menyampaikan antara lain dukungan Korea Selatan atas program pembiayaan infrastruktur yang dibutuhkan oleh negara-negara anggota bagi pertumbuhan yang berkelanjutan. Moon secara lebih spesifik memberikan apresiasi atas program AIIB untuk pembiayaan energi terbarukan yang relevan dengan kebutuhan energi pada masa datang.

Sementara Liquin mengutarakan perkembangan AIIB yang berjalan sesuai rencana selama 18 bulan operasinya, dan bahkan mencatatkan realisasi investasi melampaui target yang ditetapkan. AIIB berhasil membiayai 13 proyek senilai USD2,2 miliar.

"Indonesia ada tiga proyek yang mereka danai karena Indonesia dianggap paling menonjol," kata Ani, dalam acara buka puasa bersama dengan wartawan, di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin malam 19 Juni 2017.

Selain itu, lanjut Ani, Liqun juga menekankan perlunya pembangunan infrastruktur di Asia yang berkelanjutan dan upaya AIIB untuk mencapai strategi tematik prioritasnya. yaitu sustainable infrastructure, mobilizing private capital, dan cross border connectivity.

Dalam rangkaian acara tersebut, Ani menghadiri Governor Business Session yang mengagendakan persetujuan resolusi dewan gubernur antara lain laporan keuangan AIIB dan special funds 2016, alokasi pendapatan bersih AIIB, laporan tahunan 2016 dan anggaran 2017, dan penerimaan negara-negara anggota baru.

Selain itu, ada juga persetujuan lokasi dan tanggal sidang tahunan AIIB 2018, dan penunjukan ketua dan wakil ketua dewan gubernur 2018. Para gubernur menyetujui seluruh resolusi, dan sepakat untuk menyelenggarakan pertemuan tahunan ketiga AIIB di Mumbai, India pada 25-26 Juni 2018.

Dalam sesi ini, Ani menyampaikan Governor Statement yang berisikan penghargaan kepada AllB atas pencapaian 2016, termasuk dihasilkannya kebijakan dan strategi prioritas atas energi, lingkungan, sosial, tata kelola, serta sumber daya. lndonesia juga menyampaikan beberapa arahan kepada AIIB.

Beberapa arahan itu antara lain supaya AllB dapat memenuhi kebutuhan finansial di kawasan dalam pembiayaan infrastruktur dan meningkatkan kerja sama dengan lembaga multilateral dalam proyek infrastruktur, khususnya proyek berskala besar.

Selain itu, AllB diharapkan dapat membiayai proyek-proyek stand alone dan membantu negara-negara berkembang dalam persiapan proyek melalui special funds.

"Untuk kita, AIIB ini infrastruktur maka diharapkan suatu komitmen membangun Asia dan dunia secara umum melalui pembangunan infrastruktur secara berkelanjutan," ujar dia.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini juga melakukan beberapa pertemuan bilateral di sela-sela governors session dengan beberapa gubernur, yaitu dengan Gubernur Korea Selatan yang juga Deputy Prime Minister serta Menkeu Strategi Dongyeon Kim; Menkeu Tiongkok Xiao Jie; Menkeu Sri Lanka Mangala Samarawera; Menkeu Filipina Carlos Dominguez lll; Menkeu Georgia Dimitry Kumsishvili; Wakil Menkeu Selandia Baru Gabriel Makhlouf; dan Wakil Menkeu Timor Leste Helder Lopes.

Pada pertemuan dengan Menkeu Tiongkok Xiao Jie, Ani membicarakan Belt and Road Initiative serta kerja sama di bidang perpajakan. Kedua menteri sepakat untuk mendukung kedua agenda yang menjadi prioritas kedua negara dalam mendorong perekonomian regional dan nasional, dan detil kedua agenda akan ditindaklanjuti di tingkat teknis.

Selain itu, pada kesempatan tersebut, dirinya bersama empat Gubernur anggota konstituensi yang sama (Group G), yaitu Kamboja, Laos, Sri Lanka, dan Myanmar, menghadiri pertemuan konstituensi yang dipandu oleh anggota Board of Director AIIB Group G yang juga Staf Ahli Bidang Makro Ekonomi dan Keuangan Internasional Rionald Silaban.

 


(ABD)