BI Waspadai Rencana Normalisasi Neraca Bank Sentral AS

Eko Nordiansyah    •    Jumat, 21 Apr 2017 07:07 WIB
bank indonesiathe fed
BI Waspadai Rencana Normalisasi Neraca Bank Sentral AS
Logo Bank Indonesia di Komplek Kantor Bank Indonesia, Jakarta (MI/ROMMY PUJIANTO)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) mewaspadai rencana penurunan neraca bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve. Adanya normalisasi ini akan berpengaruh terhadap ketersediaan valuta asing (valas) khususnya dalam mata uang dolar Amerika Serikat (USD) di pasar global.

Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Dody Budi Waluyo mengatakan, saat ini the Fed memegang surat utang sebesar USD4,5 triliun. Komposisinya ada USD3,5 triliun dalam bentuk US Treasury Bill sedangkan sisanya dalam bentuk Mortgage Backed Securities.

"Itu tentunya secara bertahap dia akan dilepas satu per satu, memang mekanismenya bagaimana itu belum kita tahu. Memang kalau ada penurunan besaran neraca the Fed artinya pemilikan surat berharga yang salama ini dari the Fed akan dilepas," ujarnya, di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis 20 April 2017.

Jika itu dilakukan maka akan terjadi arus likuiditas dalam bentuk USD yang masuk ke dalam sistem the Fed. Meski demikian, dalam rapat Fed Open Market Committee (FOMC) normalisasi neraca akan dilakukan secara bertahap.

"Artinya ada pengurangan likuiditas valas secara global tergantung berapa yang dilepas. Memang pernyataan Yellen di FOMC itu akan dilakukan secara bertahap. Belum ada yang clear mengenai kapan dilakukannya dan strateginya," jelas dia.

Dirinya menambahkan, tetap akan ada penempatan dana ke negara emerging market dalam konteks investasi portofolio. Apalagi saat ini Indonesia dinilai masih memberikan imbal hasil yang lebih baik sehingga penarikan dana dari Indonesia akan minim terjadi.

"Indonesia masih cukup menarik sehingga kami melihat selama fundamental masih dijaga tetap akan ada aliran dana masuk ke emerging. Indonesia masih cukup diminati dalam konteks imbal hasil yang diperoleh oleh investor," pungkasnya.


(ABD)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

5 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA