Bappenas Alokasikan Rp269,1 Triliun untuk 10 Program Prioritas dan Asian Games

Eko Nordiansyah    •    Kamis, 17 Aug 2017 09:46 WIB
asian games 2018proyek strategis nasionalrapbn 2018
Bappenas Alokasikan Rp269,1 Triliun untuk 10 Program Prioritas dan Asian Games
Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro. (FOTO: ANTARA/SIGID KURNIAWAN)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) mendapatkan alokasi dana Rp481,9 triliun dalam Rancangan Anggaran Belanja Pendapatan Negara (RAPBN) 2018. Anggaran ini akan digunakan untuk membiayai Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2018 serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.

Menteri PPN Bambang Brojonegoro mengatakan, dana mencapai Rp269,1 triliun untuk program prioritas pemerintah dalam RKP 2018, sedangkan Rp212,8 triliun untuk prioritas RPJMN 2015-2019. Dalam RKP terdapat 10 prioritas nasional dan satu prioritas khusus yaitu Asian Games 2018.

"Prioritas pertama adalah pendidikan, dengan fokus pada peningkatan kualitas pendidikan vokasi dan peningkatan kualitas guru," kata dia dalam konferensi pers di Kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, Rabu 16 Agustus 2017.

Prioritas kedua yaitu kesehatan, dengan fokus pada peningkatan kesehatan ibu dan anak, pencegahan dan pengendalian penyakit, dan penguatan upaya promotif dan preventif gerakan masyarakat hidup sehat. Ketiga, anggaran tersebut akan dialokasikan untuk perumahan dan pemukiman.

"Dengan fokus pada peningkatan akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap hunian layak, aman dan terjangkau serta peningkatan kualitas dan penyediaan infrastruktur dasar pemukiman, juga peningkatan akses air minum dan sanitasi yang layak," jelas dia.

Keempat, pengembangan dunia usaha dan pariwisata dengan fokus pada peningkatan kontribusi sektor pariwisata, percepatan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Kawasan Industri (KI) prioritas. Kelima ketahanan energi, dengan fokus pada pemenuhan kebutuhan energi, bauran energi baru dan terbarukan.

Keenam, ketahanan pangan, dengan fokus pada produksi pangan terutama dalam negeri serta waduk dan jaringan irigasi. Ketujuh, penanggulangan kemiskinan dengan fokus pada peningkatan pelaksanaan jaminan dan bantuan sosial tepat sasaran dalam pemenuhan kebutuhan dasar.

Kedelapan, Infrastruktur, konektivitas dan kemaritiman, dengan fokus pada konektivitas dan integrasi mode untuk pengembangan wilayah, serta pengembangan transportasi perkotaan. Kesembilan, pengembangan wilayah, dengan fokus pada percepatan pembangunan daerah tertinggal dan kawasan perbatasan, pembangunan perdesaan dan reforma agraria.

"Terakhir kesepuluh akan digunakan untuk politik, hukum, pertahanan dan keamanan, dengan fokus pada peningkatan penguatan pertahanan, peningkatan stabilitas politik dan keamanan, dan kepastian hukum bagi masyarakat," pungkasnya.

 


(AHL)