Google Lunaskan Tunggakan Pajak di Indonesia

Suci Sedya Utami    •    Kamis, 30 Nov 2017 15:02 WIB
sengketa pajak google
Google Lunaskan Tunggakan Pajak di Indonesia
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Jakarta: Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menyatakan Google Asia Pacific Pte Ltd yang merupakan Bentuk Usaha Tetap (BUT) dan menjalankan usaha di Indonesia telah melunaskan tunggakan pajaknya.

Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi mengatakan BUT-G ini terdaftar di Kanwil DJP Jakarta Khusus atau KPP Badan dan Orang Asing (Badora). Dia bilang pajak yang dibayarkan merupakan pajak yang dibukti perkarakan pada 2015. Dia bilang, pembayarannya langsung ditransfer dari Amerika Serikat.

"BUT-G telah melunasi pajaknya sesuai dengan peraturan perundang-undangan," kata Ken dalam konferensi pers di kantor pusat DJP, Jakarta Selatan, Kamis, 30 November 2017.

Ken mengatakan, pajak yang disetorkan jumlahnya sesuai dengan tunggakan pajak 2015 yang selama ini terutang. Dia bilang, tak ada nego-nego atau perbedaan nominal yang dibayarkan.

"Tapi saya tidak bisa sebutkan jumlahnya karena ada pasal 34 UU KUP yang menyebutkan tentang kerahasiaan," ujar dia.

Namun demikian, dirinya mengatakan jumlah tersebut cukup signifikan dan bisa menambah penerimaan untuk mencapai target.

Sebelumnya, Kepala Kanwil DJP Jakarta Khusus Muhammad Haniv mengatakan pendapatan iklan internet di Indonesia sebesar USD830 juta (Rp11 triliun) dan diperkirakan setengahnya berasal dari Google.

Namun Google Indonesia hanya membayar pendapatan iklan sebesar empat persen dari pendapatan iklan di Indonesia. Menurut Haniv, sebagai BUT, Google dikenakan pajak perusahaan dengan taif 25 persen dari laba kena pajak.

Berdasarkan perkiraan Haniv, pendapatan iklan Google dapat mencapai Rp5 triliun. Dengan asumsi margin 35 persen dari total pendapatan, maka laba kena pajak Google adalah sebesar Rp1,75 triliun. Dengan demikian perkiraan pajak perusahaan Google dapat mencapai Rp437,5 miliar.

 


(AHL)