Darmin Sebut Ada 6 Sasaran Kebijakan Paket Kebijakan XV

Achmad Zulfikar Fazli    •    Kamis, 15 Jun 2017 19:22 WIB
paket kebijakan ekonomi
Darmin Sebut Ada 6 Sasaran Kebijakan Paket Kebijakan XV
Menko Perekonomian Darmin Nasution. (FOTO: ANTARA/Sigid Kurniawan)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menko Perekonomian Darmin Nasution mengatakan ada enam sasaran kebijakan dalam paket kebijakan ekonomi XV.

"Pertama, membuka peluang pelayaran nasional melayani angkutan ekspor impor sekitar USD600 juta per tahun, investasi perkapalan sekitar 70-100 unit kapal baru senilai USD700 juta, asuransi angkutan sebesar 1-2 persen, pinjaman perbankan DN sebesar USD560 juta, dan kesempatan kerja baru sebanyak 2.000 pelaut," ujar Darmin, saat konferensi pers, di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis 15 Juni 2017.

Kedua, meningkatkan daya saing galangan kapal DN dengan memberikan insentif nol persen bea masuk impor 115 jenis suku cadang dan komponen kapal laut, termasuk menjaga keberlangsungan hidup 1.800 perusahaan pelayaran.

Ketiga, memberi peluang lebih besar kepada pelayaran nasional untuk melayani angkutan khusus seperti, kapal tanker, dan bulker.

Keempat, menurunkan biaya angkutan barang melalui udara. Sebagai contoh, biaya Regulated Agent pada beberapa rute pendek domestik seperti Jakarta-Surabaya dan Jakarta-Semarang dapat mencapai hingga 30 persen terhadap biaya angkut.



Kelima, meningkatkan peranan Pemda dalam pengembangan Sistem Logistik Daerah (Sislogda) untuk mengendalikan inflasi dan mengurangi kerusakan produk pasca panen hingga 30 persen dengan membangun Pusat Distribusi Regional dan Standar Pengangkutan Barang.

Keenam, memperkuat wewenang dan lembaga Indonesia National Single Window (INSW) untuk mendukung efisiensi logistik dan kelancaran ekspor impor, termasuk kepastian dwelling time yang rendah.

"Nanti yang banyak jelaskan rinciannya itu pak menteri perhubungan. Saya ingin tambahkan begini, ada 18 kebijakan yang dihubungkan, yakni menghilangkan dan menerbitkan berbagai peraturan, 12 peraturan menteri, dua surat negara, satu surat menko," tambahnya.

Kemudian, lanjut Darmin, merevisi tiga perpres jadi satu perpres mengenai INSW. Menurut dia, aturan ini sedang diproses dan akan dikirim ke Menteri Sekretaris Kabinet (Menseskab) Pramono Anung.

"Serta mempercepat dan memperkuat INSW kita rincikan selanjutnya, supaya jangan hilang sambungannya telah diterbutkan satu surat edaran dari dirjen, dua surat menteri, dan satu keputusan menko, itu sudah selesai," pungkasnya.


(AHL)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

5 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA