Cerita Sri Mulyani Satu Tahun Menjabat Menkeu

Suci Sedya Utami    •    Jumat, 28 Jul 2017 08:10 WIB
kementerian keuangan
Cerita Sri Mulyani Satu Tahun Menjabat Menkeu
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (MI/PANCA SYURKANI)

Metrotvnews.com, Jakarta: Genap satu tahun Sri Mulyani Indrawati menjabat sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) di era Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Lalu, bagaimana perempuan yang akrab dipanggi Ani itu memaknai satu tahun duduk sebagai orang nomor satu di Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Sejak dilantik 27 Juli 2016, Ani mengaku, satu bulan sangat cepat. Dia merasa baru kemarin dirinya dilantik dan tiba-tiba merasa sudah 2017 dan menyusun anggaran untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018.

Namun, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mencoba menggambarkan masa setahun itu. Ketika tahun lalu dirinya datang, memang instrumen kelola kekeuangan negara yakni APBN sudah dibuat ketika dirinya masuk di pertengahan yakni APBN 2016 sedang berjalan.

Pertanggungjawaban APBN 2016 pun baru saja disetujui oleh DPR yang artinya tanggung jawab dirinya pada tahun lalu dalam mengelola keuangan negara telah terselesaikan. Ani cukup puas dengan capaiannya, terutama dari sisi menjaga defisit agar tak banyak berutang.

"Hasilnya sudah cukup baik, defisit 2,49 persen sehingga kita bisa menekan pembiayaan yang tidak perlu," kata Ani, di Kominfo, Kamis 27 Juli 2017.

Dia cukup bangga telah berhasil menyelesaikan program amnesti pajak selama sembilan bulan, meskipun untuk dapat menerapkan amensti pajak adalah buah hasil dari Menteri Keuangan sebelumnya yaitu Bambang Brodjonegoro.

Dari taksiran uang penerimaan Rp50 persen yang diperkirakan Bank Indonesia, kenyataanya hingga tutup program bisa melampaui Rp130 triliun yang menurut dirinya merupakan angka yang lumayan. Namun, lanjut Ani, masih banyak hal yang perlu diperbaiki.

Dirinya tidak akan berhenti untuk mencoba membangun kepercayaan terutama di bidang pajak yang dianggapnya masih sangat penting. Begitu juga untuk bea cukai yang mencoba menekan penyelundupan yang merugikan negara.

"Jadi kesemuanya satu tahun positif, dengan seluruh kabinet kerjasamanya baik. Kita coba mengelola transfer ke daerah secara produktif, kita akan terus reformasi, hubungan dengan dewan bagus. Kinerja ekonomi kita mulai menguat yang tadinya di bawah lima persen, sekarang di atas lima persen," jelas Ani.


(ABD)