BI: Kenaikan Suku Bunga Ciptakan Inflow ke Tanah Air Rp13 Triliun

Suci Sedya Utami    •    Selasa, 05 Jun 2018 13:05 WIB
bank indonesiasuku bunga
BI: Kenaikan Suku Bunga Ciptakan <i>Inflow</i> ke Tanah Air Rp13 Triliun
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (FOTO: ANTARA/Sigid Kurniawan)

Jakarta: Bank Indonesia (BI) menyatakan keputusan menaikkan suku bunga acuan BI 7 day reverse repo rate sebanyak dua kali dalam kurun waktu dua minggu terakhir sebesar 50 basis poin telah membuahkan hasil.

Dalam rapat kerja bersama Komisi XI, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan kebijakan tersebut telah berhasil membawa kembali aliran modal yang sebelumnya keluar untuk masuk kembali ke Indonesia. Perry mengatakan inflow yang masuk tersebut melalui surat berharga negara (SBN).

"Perhitungan kami sudah Rp13 triliun sejak 24 Mei inflow masuk ke SBN," kata Perry di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 5 Juni 2018.

Masuknya aliran modal tersebut, kata Perry, menjadi tambahan pasokan dan juga menciptakan kepercayaan di pasar keuangan. Perry mengatakan hal tersebut juga menjadi pendorong bagi penguatan nilai tukar rupiah yang sebelumnya mengalami depresiasi yang lumayan dalam.

"Sekarang rupiah sudah di Rp13.860-Rp13.870-an per USD. Tempo hari pada 23 Mei hampir tembus Rp14.400 per USD," jelas Perry.

BI memutuskan untuk menaikkan BI 7-day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) tambahan. Padahal bank sentral baru saja menaikan suku bunga acuan sebesar 25 bps pada RDG Bulanan 16-17 Mei lalu.

Kenaikan ini diikuti dengan kenaikan suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi empat persen dan suku bunga Lending Facility menjadi 5,50 persen, berlaku efektif 31 Mei.

Bank sentral memastikan kenaikan suku bunga ini dimaksudkan sebagai langkah stabilisasi nilai tukar dalam jangka pendek. Langkah ini juga termasuk di antara langkah-langkah yang akan diambil oleh Perry sebagai pimpinan baru bank sentral.

 


(AHL)